Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCAPUTUSAN Mahkamah Konstitusi soal sengketa pilpres 2019, semua pihak dan selurun elemen bangsa harus bergeser ke agenda yang jauh lebih penting, yakni menyosong keberlangsungan pembangunan dan demokrasi bangsa Indonesia.
Banyak pihak, termasuk dari kalangan milenial menginginkan agar elit-elit politik bisa memberi tauladan dan sikap kedewasaan usai kemelut proses kampanye Pemilu 2019.
"Saya jenuh dengan kelakuan elit politik yang belum memiliki ide dan gagasan yang progresif selama kampanye kemarin. Kedepan, para elit politik harus mengedepankan kemanusiaan dan menjaga kedewasaan bangsa ini dengan positif," ujar pekerja sosial, Andi Muhammad Rezaldy (24) kepada Media Indonesia, Jakarta, Sabtu (29/6).
MK telah putuskan menolak seluruh permohonan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga UIno. Dengan demikian paslon Joko Widodo-Ma'ruf akan ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Janji kampanye sang calon terpilih pun sudah dinanti banyak pihak agar bisa diimplementasi dengan benar dan bisa mensejahterahkan masyarakat.
Baca juga : Rapat Pleno KPU Jadi Momen Tunjukkan Kedewasaan Berpolitik
"Saya mengharapkan Jokowi dapat mengingat kembal janji-janji politiknya yang belum dijalankan dari periode sebelumnya, ditambah janji kampanyenya beberapa waktu yang lalu, misalnya soal pelanggaran HAM masa lalu," sebut Andi.
Senada, aktivis muda yang bergelut di bidang kemanusiaan, Margianta Surahman Juhanda Dinata (25) mengatakan bahwa seluruh komponen masyarakat bersatu untuk menatap bangsa Indonesia lebih maju dan siap mengawasi jalannya pemerintah Jokowi-Amin.
"Saya harap rakyat sadar agar tidak mau diadu domba. Kita harus sadar bahwa kita semua memiliki andil dalam persatuan dan keberlangsungan bangsa. Siapapun yang menang pemilu, rakyat harus bersatu dan siap mengawasi yang berkuasa. Persatuan bangsa yang harus dilindungi, khususnya oleh generasi muda yang menjadi masa depan bangsa," ujar Margianta yang juga pendiri komunitas sosial, Emancipate Indonesia.
Anak muda lainnya yang juga menyuarakan pendapatnya mengenai putusan MK ialah Yaafi Iman Buchori (24) yang menyambut baik putusan tersebut.
Ia menilai apa yang sudah diputuskan sembilan hakim MK menunjukan bahwa kubu Prabowo-Sandi tidak bisa membuktikan adanya kecurangan dalam Pilpres 2019.
"Putusan MK sudah bagus. Kubu 02 memang kurang meyakinkan pembuktiannya. Harapan saya agar kedepannya, masalah-masalah yang sempat terjadi di pemilu ini tidak berkepanjangan dan tidak lagi memecah belah bangsa Indonesia," tandas Yaafi. (OL-7)
Generasi Z dan Milenial di Jakarta mulai meninggalkan konsep kepemilikan rumah sebagai simbol sukses. Simak analisis pakar properti terkait tren ini.
Mulai dari kaset dianggap fosil hingga disket dikira ikon "Save" versi 3D, inilah kumpulan cerita kocak orangtua saat anak-anak mereka menemukan teknologi era 80-90an.
Milenial dan Gen Z Indonesia beralih ke multi-income stream dan pengelolaan uang real-time di tengah tekanan ekonomi. Simak perbandingan datanya di sini.
Riset Kaspersky mengungkap 90% Gen Z dan Milenial pilih simpan data digital. Simak tren penyimpanan data di Indonesia dan tips keamanan siber terbaru.
Milenial dan Gen Z mulai meninggalkan parameter kesuksesan tradisional seperti kepemilikan rumah atau tabungan jangka panjang, menuju pengelolaan keuangan yang personal dan berbasis nilai.
Bagi Gen Z dan milenial, kost bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara. Hunian sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas harian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved