Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan film berjudul 'Suara April' sebagai wadah sosialiasi pemilu terhadap kaum milenial. Tujuannya untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya suara dalam menentukan masa depan bangsa.
Film berdurasi 90 menit itu menceritakan seorang relawan politik yang datang ke kampung Rampangrejo untuk memberikan penyuluhan pemilu. Sayangnya, warga apatis terhadap pemilu dan lebih menyukai musik dangdut.
Sementara itu, Sekolah Menengah Atas (SMA) satu-satunya di kampung tersebut terancam tutup akibat tidak ada dana memadai. Salah satu cara menyelamatkan sekolah itu dengan memiliki wakil rakyat yang bisa memperjuangkan sekolah tersebut.
Kedua tokoh utama, relawan politik dan guru SMA tersebut bekerja sama mencari cara untuk meningkatkan partisipasi pemilu di kampung tersebut. Bahkan sampai menyelenggarakan acara dangdut dengan penyuluhan pemilu di dalamnya.
Baca juga: Jokowi Ajak Pendukungnya Cegah Golput
Setelah tingkat partisipasi warga kampung meningkat, masalah baru pun terjadi. Film yang dibalut komedi tersebut menampilkan kejahatan poltik seperti politik uang dan saling menjatuhkan antar caleg. Hingga bagaimana politik sehat menjadi pemicu kembalinya partisipasi politik warga.
Film tersebut disutradarai Emil Haradi dan Wicaksono Wisnu Legowo. Dengan pemain film Amanda Manopo, Bio One, Dewi Gita, dan almarhum Torro Margens.
Ketua KPU RI Arief Budiman berharap film tersebut dapat meningkatkan partisipasi kaum milenial untuk menggunakan hak suara pada Pemilu 2019 nanti.
Pihaknya akan menyebarkan film tersebut kepada KPU di provinsi dan kabupaten/kota untuk menggelar acara nonton bareng dengan layar tancap bersama masyarakat.
"Pesan dari film itu bisa disampaikan kepada keluarga, saudara, kolega tentang pesan penting Pemilu. Gunakan hak pilih anda untuk memilih pemimpin terbaik 17 April 2019 nanti," kata Arief di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Jumat (15/3). (Medcom/OL-2)
Generasi Z dan Milenial di Jakarta mulai meninggalkan konsep kepemilikan rumah sebagai simbol sukses. Simak analisis pakar properti terkait tren ini.
Mulai dari kaset dianggap fosil hingga disket dikira ikon "Save" versi 3D, inilah kumpulan cerita kocak orangtua saat anak-anak mereka menemukan teknologi era 80-90an.
Milenial dan Gen Z Indonesia beralih ke multi-income stream dan pengelolaan uang real-time di tengah tekanan ekonomi. Simak perbandingan datanya di sini.
Riset Kaspersky mengungkap 90% Gen Z dan Milenial pilih simpan data digital. Simak tren penyimpanan data di Indonesia dan tips keamanan siber terbaru.
Milenial dan Gen Z mulai meninggalkan parameter kesuksesan tradisional seperti kepemilikan rumah atau tabungan jangka panjang, menuju pengelolaan keuangan yang personal dan berbasis nilai.
Bagi Gen Z dan milenial, kost bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara. Hunian sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas harian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved