Rekor Gol Terbanyak Satu Edisi Piala Dunia: Just Fontaine belum Terkalahkan

Basuki Eka Purnama
19/4/2026 19:41
Rekor Gol Terbanyak Satu Edisi Piala Dunia: Just Fontaine belum Terkalahkan
Just Fontaine dibopong rekan-rekan di timnas Prancis usai mencetak empat gol ke gawang timnas Jerman di laga Piala Dunia 1958.(AFP)

DALAM sejarah panjang Piala Dunia FIFA, mencetak gol adalah tugas tersulit sekaligus paling prestisius. Namun, bagi segelintir pemain, membobol gawang lawan tampak begitu mudah dalam satu turnamen tunggal. Hingga saat ini, nama legenda Prancis, Just Fontaine, tetap kokoh di puncak singgasana sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.

Berdasarkan data sejarah yang dihimpun, rekor Fontaine tercipta pada Piala Dunia 1958 di Swedia. Dalam turnamen tersebut, ia berhasil menyarangkan 13 gol hanya dalam enam pertandingan. Pencapaian ini dianggap sebagai salah satu rekor olahraga yang paling sulit dipecahkan di era sepak bola modern.

Dominasi Just Fontaine di Swedia 1958

Just Fontaine memulai turnamen dengan hat-trick melawan Paraguay dan menutupnya dengan empat gol ke gawang Jerman Barat dalam perebutan tempat ketiga. Ketajaman Fontaine di Stadion Rasunda, Solna, dan beberapa kota lain di Swedia kala itu memastikan namanya tertulis dengan tinta emas, meski Prancis gagal menjadi juara setelah dihentikan Brasil di semifinal.

Daftar Pencetak Gol Terbanyak dalam Satu Edisi

Sebelum era Fontaine, dunia mengenal Sandor Kocsis dari Hungaria yang tampil fenomenal pada 1954. Berikut adalah daftar pemain dengan jumlah gol terbanyak dalam satu perhelatan Piala Dunia:

Pemain Negara Jumlah Gol Edisi Piala Dunia
Just Fontaine Prancis 13 Swedia 1958
Sandor Kocsis Hungaria 11 Swiss 1954
Gerd Muller Jerman Barat 10 Meksiko 1970
Ademir Brasil 9 Brasil 1950
Eusebio Portugal 9 Inggris 1966

Tantangan di Era Modern

Di era sepak bola modern, mencetak lebih dari 10 gol dalam satu turnamen menjadi misi yang hampir mustahil. Sebagai perbandingan, Kylian Mbappe yang tampil luar biasa di Piala Dunia 2022 Qatar "hanya" mampu mengoleksi 8 gol, jumlah yang sama dengan Ronaldo Nazario pada edisi 2002.

Sistem pertahanan yang lebih terorganisir dan intensitas pertandingan yang tinggi membuat catatan 13 gol milik Fontaine tetap menjadi standar emas yang belum terlampaui selama lebih dari enam dekade. Apakah rekor ini akan pecah di masa depan? Mengingat jumlah peserta Piala Dunia yang akan bertambah, peluang itu tetap ada, namun ketajaman murni seperti yang ditunjukkan Fontaine di Swedia akan selalu menjadi tolok ukur kehebatan seorang penyerang.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya