Perbandingan Biaya Penyelenggaraan Piala Dunia Termahal, Rekor Qatar 2022 Belum Tergantikan

Reynaldi Andrian Pamungkas
12/4/2026 13:30
Perbandingan Biaya Penyelenggaraan Piala Dunia Termahal, Rekor Qatar 2022 Belum Tergantikan
Orang-orang berjalan di dekat jam hitung mundur Piala Dunia FIFA 2022 di sepanjang tepi laut di kawasan Corniche Doha yang menghadap gedung-gedung tinggi di distrik West Bay pada 16 April 2024.(KARIM JAAFAR / AFP)

PENYELENGGARAAN Piala Dunia FIFA telah bertransformasi dari sekadar turnamen sepak bola menjadi proyek infrastruktur raksasa yang menelan biaya luar biasa. Dalam sejarahnya, grafik pengeluaran negara tuan rumah terus meroket, mencapai puncaknya pada edisi 2022 di Qatar yang mencatatkan angka di luar nalar dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.

Rekor Tak Terbendung Qatar 2022

Qatar 2022 memegang gelar sebagai Piala Dunia termahal sepanjang sejarah. Berbeda dengan tuan rumah sebelumnya yang fokus pada renovasi stadion, Qatar membangun hampir seluruh infrastruktur dari nol, termasuk kota baru (Lusail), sistem metro canggih, hingga bandara internasional. Total estimasi biaya yang dikeluarkan mencapai angka fantastis sekitar US$220 miliar.

Angka ini menciptakan jurang yang sangat lebar jika dibandingkan dengan Brasil 2014 atau Rusia 2018. Sebagai perbandingan, biaya yang dikeluarkan Qatar setara dengan hampir 15 kali lipat biaya Piala Dunia Rusia.

Tabel Perbandingan Biaya Penyelenggaraan Piala Dunia

Edisi & Tuan Rumah Estimasi Biaya (USD) Fokus Utama Anggaran
Amerika Serikat 1994 ~$500 Juta Operasional & Fasilitas Eksisting
Prancis 1998 ~$2,3 Miliar Stade de France & Transportasi
Jepang-Korsel 2002 ~$7 Miliar Pembangunan Stadion Baru
Jerman 2006 ~$4,3 Miliar Modernisasi Stadion
Afrika Selatan 2010 ~$3,6 Miliar Infrastruktur Dasar
Brasil 2014 ~$15 Miliar Stadion & Renovasi Bandara
Rusia 2018 ~$11,6 Miliar Transportasi & Keamanan
Qatar 2022 ~$220 Miliar Infrastruktur Nasional & Kota Baru

Analisis Pergeseran Budget: Mengapa Qatar Begitu Mahal?

Penting untuk dicatat bahwa dari total US$220 miliar tersebut, hanya sekitar US$6,5 miliar hingga US$10 miliar yang dialokasikan langsung untuk pembangunan stadion. Sisanya merupakan bagian dari "Qatar National Vision 2030", sebuah proyek pengembangan negara jangka panjang. Namun, karena semua pembangunan tersebut dipercepat demi menyambut Piala Dunia, biaya tersebut tetap dikaitkan dengan turnamen tersebut.

Berbeda dengan Brasil (2014) yang menghadapi kritik keras karena menghabiskan dana besar di tengah krisis ekonomi, Qatar menggunakan kekayaan sumber daya alamnya untuk membangun citra global (soft power) melalui olahraga.

Proyeksi Piala Dunia 2026: Efisiensi di Tiga Negara

Menatap edisi 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, tren anggaran diprediksi akan mengalami "normalisasi". Meskipun jumlah peserta bertambah menjadi 48 tim, biaya penyelenggaraan diperkirakan tidak akan menyentuh angka Qatar.

Secara keseluruhan, Qatar 2022 akan tetap menjadi anomali dalam sejarah keuangan sepak bola. Edisi mendatang kemungkinan besar akan kembali ke model keberlanjutan, di mana penggunaan fasilitas yang sudah ada menjadi kunci utama untuk menghindari kerugian finansial negara tuan rumah. (Z-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya