Cuaca Panas Ekstrem Percepat Degradasi Baterai Kendaraan Listrik

 Gana Buana
29/4/2026 16:00
Cuaca Panas Ekstrem Percepat Degradasi Baterai Kendaraan Listrik
Pakar ITB ingatkan cuaca panas di atas 35 derajat Celsius percepat degradasi baterai EV hingga 30%.(Dok. Antara)

PAKAR otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, memperingatkan bahwa suhu panas ekstrem di atas 35 derajat Celsius dapat mempercepat degradasi baterai kendaraan listrik (EV). Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan kapasitas daya dan memperpendek usia pakai komponen utama kendaraan tersebut.

Yannes menjelaskan bahwa suhu tinggi memicu reaksi kimia di dalam baterai berlangsung lebih cepat, yang mengakibatkan kapasitasnya menurun secara signifikan. Dampaknya, jarak tempuh kendaraan bisa berkurang antara 10% hingga 30%, sementara umur pakai baterai berisiko lebih pendek sekitar 8% sampai 30%.

“Reaksi kimia di dalam baterai berlangsung lebih cepat pada suhu tinggi, sehingga kapasitasnya lebih cepat menurun," ujar Yannes sdilansir dari Antara, Rabu (29/4).

Meskipun kendaraan listrik modern umumnya sudah dilengkapi dengan Thermal Management System (TMS) berbasis pendingin cair, sistem ini memiliki keterbatasan.

Pada kondisi ekstrem, TMS akan bekerja ekstra dengan mengonsumsi energi tambahan yang justru dapat mengurangi jarak tempuh sekitar 5 hingga 10 persen.

Untuk meminimalisir kerusakan, Yannes membagikan sejumlah langkah preventif bagi pemilik kendaraan listrik:

Tips Menjaga Baterai EV di Cuaca Panas:

  • Parkir kendaraan di tempat teduh atau garasi untuk menghindari radiasi panas langsung.
  • Jaga tingkat daya baterai (State of Charge) di kisaran 20% hingga 80%.
  • Hindari penggunaan pengisian cepat (fast charging) saat suhu lingkungan sedang tinggi atau saat siang hari.
  • Lakukan pengisian daya pada malam hari ketika suhu lebih rendah.
  • Aktifkan fitur preconditioning sebelum berkendara.

Selain itu, pemeriksaan rutin terhadap sistem pendingin baterai, seperti cairan pendingin (coolant) dan sensor suhu, sangat disarankan. Jika kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama (lebih dari satu bulan), pengguna dianjurkan mencabut pengisi daya dan memastikan mobil disimpan di tempat yang sejuk serta kering menggunakan pelindung kaca (sunshade).

“Pengisian daya sebaiknya dilakukan pada malam hari ketika suhu lebih rendah. Jika memungkinkan, gunakan pengisian Level 2 dan batasi fast charging hingga 80 persen saja untuk mencegah panas tambahan,” pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya