Piala Thomas 2026: Strategi Visualisasi Anthony Ginting usai Tekuk Aljazair

Media Indonesia
25/4/2026 06:36
Piala Thomas 2026: Strategi Visualisasi Anthony Ginting usai Tekuk Aljazair
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting.(Antara/Wahyu Putro A)

TUNGGAL putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, tidak ingin berpuas diri meski tampil dominan pada laga pembuka Grup D Piala Thomas 2026. Pemain berusia 29 tahun tersebut memilih memanfaatkan jeda satu hari pertandingan untuk melakukan evaluasi mendalam dan teknik visualisasi guna mematangkan performa di laga berikutnya.

Ginting menjadi penentu kemenangan Indonesia saat menundukkan Aljazair dengan skor telak 5-0 di Forum Horsens, Denmark, Jumat (24/4) atau Sabtu dini hari WIB. Turun di partai ketiga, Ginting mengandaskan perlawanan Mohammed Abdelaziz Ouchefoun dengan skor mencolok 21-8, 21-6.

Teknik Visualisasi untuk Detail Lapangan

Bagi Ginting, waktu istirahat bukan berarti berhenti mengasah fokus. Ia berencana mengulang kembali momen-momen yang dirasakannya di lapangan melalui proses latihan dan visualisasi.

"Besok ada kesempatan buat latihan saat rehat, jadi apa yang dialami atau dirasakan waktu match hari ini akan coba saya ulang lagi dalam latihan," ujar Ginting melalui keterangan resmi PP PBSI.

Ia menambahkan bahwa proses visualisasi sangat penting agar setiap situasi di lapangan, mulai dari arah angin hingga kontrol shuttlecock, dapat dipelajari kembali secara lebih detail sebelum menghadapi lawan yang lebih tangguh.

Adaptasi Peran Baru sebagai Tunggal Ketiga

Piala Thomas 2026 menjadi momentum unik bagi Ginting. Setelah empat edisi berturut-turut sejak 2018 selalu mengemban tugas sebagai tunggal pertama, kali ini ia diplot sebagai tunggal ketiga dalam susunan tim Indonesia.

Meski ada perubahan posisi, Ginting mengaku tidak merasa terbebani. "Menjadi tunggal ketiga ya tidak jauh berbeda dengan tunggal pertama, hanya mungkin susunan yang bikin kadang kondisinya dan tekanannya berbeda," ungkapnya.

Hasil Lengkap Indonesia vs Aljazair (5-0):
  • 1. Jonatan Christie vs Adel Hamek: 21-8, 21-6
  • 2. Alwi Farhan vs Mohamed Abderrahime Belarbi: 21-8, 21-7
  • 3. Anthony Ginting vs Mohammed Abdelaziz Ouchefoun: 21-8, 21-6
  • 4. Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri vs M. Belarbi/Koceila Mammeri: 21-14, 21-8
  • 5. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Adel Hamek/M. Ouchefoun: 21-4, 21-7

Persiapan Menghadapi Thailand

Kemenangan sempurna atas Aljazair menempatkan Indonesia di puncak klasemen sementara Grup D. Namun, tantangan sesungguhnya akan hadir pada laga kedua saat skuad Merah Putih dijadwalkan bertemu Thailand pada 26 April 2026.

Thailand sendiri mengawali kampanye mereka dengan hasil positif setelah mengalahkan Prancis dengan skor 4-1. Pertandingan melawan Thailand diprediksi akan menjadi penentu langkah Indonesia menuju babak perempat final sebelum menutup fase grup melawan Prancis pada 28 April mendatang.

Ginting berharap konsistensinya dapat terus terjaga untuk menyumbangkan poin bagi tim. "Semoga ke depan di match-match berikutnya juga terus bisa menyumbangkan poin buat Indonesia," pungkasnya. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya