Sejarah Baru NBA! Wembanyama Jadi DPOY Unanimous Pertama Sepanjang Masa

Muhammad Ghifari A
21/4/2026 21:30
Sejarah Baru NBA! Wembanyama Jadi DPOY Unanimous Pertama Sepanjang Masa
Victor Wembanyama cetak sejarah NBA sebagai DPOY pertama dengan voting unanimous.(Dok. Gstatic)

VICTOR Wembanyama resmi mengukir sejarah baru di NBA. Bintang muda San Antonio Spurs itu dinobatkan sebagai Defensive Player of the Year (DPOY) 2026, dan yang membuatnya luar biasa, ia menjadi pemain pertama sepanjang masa yang menang lewat voting unanimous.

Tak ada satu pun suara yang meleset. Di usia 22 tahun, Wembanyama juga mencatatkan diri sebagai pemenang DPOY termuda dalam sejarah, mempertegas satu hal: dominasi pertahanannya sudah berada di level elit, bahkan sejak sangat muda.

Musim ini memang terasa seperti panggung miliknya. Setelah di musim rookie hanya finis di posisi kedua dan sempat diganggu masalah kebugaran, Wembanyama bangkit dengan performa yang benar-benar mengintimidasi.

Dengan tinggi 7 kaki 4 inci, ia kembali memimpin statistik blok NBA untuk musim ketiga beruntun, sebuah konsistensi yang jarang terjadi, bahkan untuk pemain bertahan terbaik sekalipun.

Dampaknya bukan sekadar angka. Keberadaannya di paint mengubah cara lawan menyerang. Banyak tim memilih menghindari area bawah ring saat ia berada di lapangan, indikasi jelas betapa besar pengaruhnya.

Rekan setimnya, Keldon Johnson, bahkan menyebutnya sebagai “pemain terbaik di dunia saat ini.” Dalam voting akhir, Wembanyama mengungguli

Chet Holmgren (Oklahoma City Thunder) di posisi kedua dan Ausar Thompson (Detroit Pistons) di posisi ketiga.

Meski keduanya tampil impresif dan membawa timnya ke papan atas, level pertahanan Wembanyama dinilai masih berada di atas semuanya. Menariknya, Wembanyama menanggapi pencapaian ini dengan santai.

Ia justru bercanda bahwa tantangan terbesarnya musim ini adalah memenuhi syarat minimal 65 pertandingan agar tetap memenuhi kriteria penghargaan.

Kemenangan ini juga memperkaya sejarah San Antonio Spurs, yang kini menjadi tim pertama dengan empat pemain berbeda peraih DPOY, mengikuti jejak Alvin Robertson, David Robinson, dan Kawhi Leonard.

Lebih dari itu, Wembanyama kini masuk dalam daftar langka bersama Michael Jordan dan David Robinson, pemain yang mampu meraih Rookie of the Year dan DPOY dalam kariernya.

Dominasi voting ini bahkan mengingatkan publik pada momen Stephen Curry saat menjadi MVP unanimous pada 2016. Namun di balik semua pencapaian individu, Wembanyama tetap merendah.

Ia menegaskan bahwa kesuksesannya adalah hasil kerja tim, bukan semata performa pribadi. Kini, sorotan beralih ke penghargaan berikutnya: MVP NBA 2026.

Wembanyama kembali masuk sebagai finalis, bersaing dengan Shai Gilgeous-Alexander dan Nikola Jokic. Jika berhasil menang, musim ini bisa menjadi salah satu musim individu paling dominan dalam sejarah NBA. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya