Bhayangkara FC vs PSIM Yogyakarta: Laskar Mataram Krisis Lini Belakang

Khoerun Nadif Rahmat
16/4/2026 16:55
Bhayangkara FC vs PSIM Yogyakarta: Laskar Mataram Krisis Lini Belakang
Ilustrasi(Dok Istimewa)

UPAYA PSIM Yogyakarta untuk mampu terus bersaing di papan tengah klasemen Indonesia Super League menemui jalan terjal saat harus bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Jumat (17/4). 

Laskar Mataram dipastikan tampil pincang tanpa pilar pertahanan utama dalam laga krusial pekan ini. Duo palang pintu asing, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, terpaksa menepi akibat akumulasi kartu kuning.

“Ya, mereka akan absen," ujar Van Gastel seperti dikutip dari laman resmi klub.

Absennya kedua pemain tersebut menambah beban pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, yang juga harus kehilangan sejumlah nama karena faktor kebugaran.

“Kondisi mereka bagus. Mereka bekerja keras meskipun kami memiliki beberapa pemain yang cedera dan mendapat sanksi larangan bermain. Jadi persiapannya sedikit lebih rumit, tapi para pemain yang ada di lapangan bekerja keras dan menunjukkan semangat yang baik,” kata Van Gastel.

Selain persoalan sanksi, badai cedera masih menghantui tim kebanggaan masyarakat Yogyakarta ini.

Anton Fase dan Rahmatsho dipastikan absen, sementara kondisi Riky Kayame (Abiyoso) masih menunggu lampu hijau dari tim medis. Van Gastel mengakui bahwa absennya sejumlah pemain pilar menjadi tantangan tersendiri dalam meramu komposisi terbaik.

“Rahmatsho tidak akan bermain, tetapi saya belum tahu untuk Abiyoso (bermain atau tidak). Saya harus berbicara dengan dokter,” tambahnya.

Evaluasi mendalam juga dilakukan menyusul hasil kurang maksimal pada laga sebelumnya. Atisipasi bola mati menjadi sorotan utama sang arsitek tim. Van Gastel menekankan pentingnya rasa tanggung jawab dan urgensi saat mengawal pergerakan lawan.

“Kami melakukan penjagaan satu lawan satu. Itu salah satu masalah kami, yaitu kurangnya rasa urgensi, terlalu santai, dan menjaga lawan tanpa rasa tanggung jawab. Jadi saya merindukan kegigihan dalam banyak aspek permainan kami,” tegasnya.

Meski menghadapi kendala kelengkapan skuad, Van Gastel enggan memberikan perlakuan istimewa terhadap calon lawan yang kini menduduki peringkat kelima klasemen tersebut. Ia memilih fokus pada pemantapan gaya main timnya sendiri untuk bisa mencuri poin di Lampung.

“Seperti biasa kami fokus pada permainan kami sendiri. Jadi itulah yang kami lakukan setiap pertandingan,” pungkasnya.

Pertandingan ini menjadi sangat vital bagi PSIM yang kini tertahan di posisi sembilan dengan koleksi 38 poin. Kemenangan menjadi harga mati bagi Laskar Mataram untuk memastikan posisi mereka aman dan tetap berkiprah di kompetisi kasta tertinggi musim depan.

Di sisi lain, Bhayangkara FC yang mengemas 44 poin tentu tidak ingin kehilangan momentum untuk terus bersaing di papan atas. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya