Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTINGEN Indonesia sukses menutup perjuangan di ajang ASEAN Para Games (APG) Ke-13 Tahun 2025 di Thailand dengan torehan prestasi gemilang.
Meski berakhir di posisi kedua di bawah tuan rumah, tim Merah Putih berhasil melampaui target perolehan medali yang ditetapkan sebelumnya.
Hingga klasemen akhir pada Minggu (25/1) malam, Indonesia kokoh di peringkat runner up dengan koleksi 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu.
Capaian itu jauh melampaui target awal yang hanya mematok 82 emas untuk mengincar posisi tiga besar.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh atlet, pelatih, hingga ofisial.
Menurutnya, hasil ini membuktikan dominasi Indonesia di kancah olahraga disabilitas Asia Tenggara tetap terjaga.
"Alhamdulillah, Indonesia berhasil mengakhiri perjuangan dengan perolehan 135 emas, jauh di atas target. Terima kasih kepada para atlet dan seluruh tim yang telah mengerahkan upaya terbaik. Kalian membuktikan bahwa kita adalah bangsa yang tangguh dan pemenang," ujar Erick melalui keterangan resminya.
Kesuksesan Indonesia kali itu ditopang oleh performa luar biasa dari cabang olahraga (cabor) para-atletik yang menjadi lumbung medali dengan sumbangan 44 emas. Selain itu, para-renang turut menyumbang 29 emas, diikuti para-badminton dengan 12 emas.
Cabor lain seperti para-catur dan para-angkat berat masing-masing memberikan kontribusi 9 emas, sementara para-tenis meja serta para-judo masing-masing mendulang 7 medali emas.
Menpora menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan apresiasi dan penghargaan bagi para atlet yang telah menunaikan tugas negara dengan membanggakan. "Negara hadir untuk memberikan penghargaan atas keberhasilan ini," tambahnya.
Tuan rumah Thailand keluar sebagai juara umum dengan dominasi 176 medali emas. Sementara itu, persaingan di bawah Indonesia ditempati oleh Malaysia di peringkat ketiga (64 emas), disusul Filipina (45 emas), dan Vietnam (38 emas) di posisi lima besar.
Dengan komposisi 290 atlet yang turun di 18 cabang olahraga, Indonesia tidak hanya sekadar bertanding, namun berhasil menunjukkan efektivitas performa yang melampaui ekspektasi di tingkat regional. (Ndf/I-1)
1. Tailan: 175 emas, 155 perak, 157 perunggu
2. Indonesia: 135 emas,143 perak, 114 perunggu
3. Malaysia: 64 emas, 64 perak, 73 perunggu
4. Filipina: 45 emas, 37 perak, 52 perunggu
5. Vietnam: 38 emas, 48 perak, 58 perunggu
6. Myanmar: 20 emas, 19 perak, 20 perunggu
7. Singapura: 13 emas, 7 perak, 9 perunggu
8. Timor Leste: 3 emas, 1 perak, 1 perunggu
9. Laos: 2 emas, 5 perak, 9 perunggu
10. Brunei Darusalam: 1 emas, 3 perak, 2 perunggu.
PB Akuatik Indonesia terpaksa memulangkan 12 atlet pelatnas Asian Games 2026 ke klub masing-masing akibat keterbatasan anggaran dari Kemenpora.
KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memangkas 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) menjadi hanya empat aturan utama.
Menpora menegaskan pentingnya peran Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan sebagai pengelola aset kementerian.
Pelantikan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk melakukan pembenahan internal melalui rotasi jabatan.
Terdapat tiga kategori lomba di ajang Malang Half Marathon, yaitu Half Marathon (21K), 10K, dan 5K, dengan rute yang dirancang memiliki titik start dan finish berbeda.
Kemenpora mengambil sikap tegas terhadap oknum pelatih berinisial HB yang diduga melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved