Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BINTANG muda San Antonio Spurs Victor Wembanyama disebut mulai mengubah cara tim-tim NBA lawannya dalam menyusun strategi permainan untuk bisa mengatasi performa pemain tersebut yang sangat mempengaruhi jalannya laga.
Meski baru memasuki musim ketiganya di NBA, Wembanyama yang memiliki postur 2,24 meter tampil dominan dan menjadi faktor utama yang mempengaruhi pendekatan strategi lawan di setiap pertandingan.
Bintang Los Angeles Lakers Luka Doncic menilai permainan Wembanyama berada di level tertinggi.
"Dia bermain di level MVP, yang benar-benar gila," kata Doncic setelah Lakers mengalahkan Spurs dengan skor tipis 118-116, Kamis (6/11).
"Saya sangat menghormatinya dan menikmati permainannya. Bermain melawannya sangat berat, baik saat bertahan maupun menyerang," kata bintang Lakers tersebut menambahkan.
Dalam laga itu, Lakers menahan Wembanyama di angka 19 poin dengan enam pelanggaran dan lima kali kehilangan bola. Namun, para pemain Lakers menyadari bahwa kemampuan pemain berpostur 2,24 meter itu terus berkembang dan sulit untuk dihentikan.
Pelatih Spurs Mitch Johnson menilai Wembanyama memiliki kemampuan alami yang tidak dimiliki banyak pemain lain.
"Dia memiliki bakat yang menempatkannya di ruang yang sangat unik. Jika terus mengasah dan mengembangkan itu, tidak ada yang berani menaruh batas pada dirinya," ujar Johnson.
Pelatih Lakers JJ Redick menyebut Wembanyama sebagai pemain yang harus selalu diwaspadai di kedua sisi lapangan.
"Ketika Anda menembus area cat dan berpikir punya kesempatan mencetak angka, dia bisa muncul dari mana saja dan memblok tembakan. Jangkauan ruangnya luar biasa, seolah dia bisa berada di dua tempat sekaligus," kata Redick.
Postur tinggi menjulang Wembanyama memang menjadi senjata utama bagi dirinya dalam hal bertahan maupun menyerang. Ketika bertahan, bahkan upaya dunk lawan bisa diblok olehnya.
Sementara saat menyerang, hampir tidak ada pemain yang mampu melakukan blok terhadap dirinya karena bentangan tangan sepanjang 2,4 meter.
Namun, postur tubuh bukan satu-satunya yang membuat performa sang bintang muda dari Prancis tersebut bersinar. Dengan postur raksasa tersebut, dia klinis dalam menembak, membawa bola, bahkan melakukan kecerdasan manuver yang mengecoh lawan.
Pemain Lakers Jaxson Hayes menambahkan bahwa kekuatan dan kecerdasan Wembanyama meningkat pesat.
"Dia lebih kuat dan lebih pintar sekarang. Berdiri di sebelahnya, saya benar-benar merasa kecil," ucap Hayes.
Keberadaan Wembanyama membuat tim-tim di Wilayah Barat menyesuaikan strategi jangka pendek. Banyak pihak menilai bahwa dalam waktu dekat, pemain asal Prancis itu akan menjadi kekuatan dominan dalam perebutan posisi puncak.
Spurs sendiri dinilai masih membutuhkan kedalaman skuad dan pengalaman untuk bersaing di level tertinggi. Namun, dengan talenta muda, kondisi keuangan stabil, dan aset draft yang besar, San Antonio berada dalam posisi baik untuk membangun tim di sekitar Wembanyama. (Ant/Z-1)
Spurs memastikan langkah ke semifinal Wilayah Barat setelah menumbangkan Portland Trail Blazers dengan skor 114-95 pada Rabu (29/4).
Bintang San Antonio Spurs Victor Wembanyama masuk protokol gegar otak usai terjatuh di gim kedua play-off melawan Portland Trail Blazers.
Portland Trail Blazers bangkit dramatis kalahkan Spurs 106-103 di playoff NBA. Cedera Wembanyama jadi titik balik, seri kini imbang 1-1.
Victor Wembanyama mengalami gegar otak saat playoff NBA melawan Blazers. Spurs kini terancam tanpa bintang utamanya di laga krusial.
Victor Wembanyama cetak sejarah NBA sebagai DPOY pertama dengan voting unanimous. Di usia 22 tahun, ia jadi yang termuda dan paling dominan musim ini.
Bintang San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, dinobatkan sebagai pemain bertahan terbaik NBA atau Defensive Player of the Year pada Senin waktu setempat
KEMBALINYA Victor Wembanyama jadi titik balik San Antonio Spurs. Sempat tertinggal jauh, Spurs bangkit menundukkan Portland Trail Blazers 114-93.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved