Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ATLET panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil lolos ke Olimpiade 2024 Paris untuk pertama kalinya. Di bawah ini profil, perjalanan karir dan prestasi Desak Made Rita.
Desak berhasil meraih satu tiket ke Olimpiade Paris 2024 usai meraih medali emas IFSC Climbing World Championships atau Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2023 di Bern, Swiss pada Agustus lalu. Turun di nomor kecepatan (speed) putri, pemanjat berusia 24 tahun ini telah mencatatkan waktu akhir 6,49 detik, mengalahkan atlet Amerika Serikat Emma Hunt yang memperoleh catatan waktu 6,67 detik.
Atlet panjat tebing cepat Desak Made Rita Kusuma Dewi lahir di Buleleng, Bali, pada tanggal 26 Januari 2001. Sebelum meraih medali emas di kejuaraan dunia panjat tebing IFSC 2023, Desak kerap menjadi runner-up di ajang internasional.
Baca juga : Lalu Muhammad Zohri, dari Dusun Karang Pangsor ke Olimpiade Paris 2024
Menurut situs IFSC, Desak pernah meraih medali perak di Amerika Serikat (2023), Indonesia (2023), dan Korea (2022). Tak hanya itu, pada 2023 ia pun pernah meraih medali perunggu di Korea dan Prancis pada 2022.
Desak mulai mengenal dan belajar panjat tebing sejak ia duduk di bangku kelas 2 SD. Saat itu, ia tak sengaja diajak ke panjat dinding di Taman Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng. Sejak saat itu, ia mulai menyukai olahraga ini dan sering mewakili Provinsi Bali dalam kejuaraan panjat tebing.
Di tingkat nasional, Desak berhasil meraih dua medali emas pada rekor nomor Speed World Record Youth A Putri dan Boulder Youth A Putri di Kejurnas Kelompok Umur Riau 2018. Selain itu, Desak juga berhasil meraih medali emas di PON XX Papua 2021 dengan catatan waktu 7,01 detik.
Baca juga : Veddriq Leonardo: Bintang Panjat Tebing Indonesia Menuju Olimpiade Paris 2024
Bakat panjat tebing yang dimiliki Desak membawanya ke kancah internasional. Ia menempati posisi ke-4 di nomor Speed Youth Putri Asian Youth Championship 2018 di Chongqing, Cina. Saat ini,Desak sedang rutin mengikuti kejuaraan dunia panjat tebing IFSC.
Berikut ini adalah daftar prestasi Desak Rita yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Asian Games 2023 di China: Medali Emas.
Baca juga : Panjat Tebing Andalkan Nomor Speed untuk Raih Medali di Olimpiade Paris 2024
2. IFSC World Cup 2023 di Swiss: Medali Emas.
3. IFSC World Cup 2023 di Korea Selatan: Medali Perunggu
4. IFSC World Cup 2023 di Jakarta: Medali Perak
Baca juga : 5 Atlet Lolos ke Olimpiade Paris 2024, KONI Berharap Jumlahnya Bertambah
5. IFSC World Cup 2023 di Amerika Serikat: Medali Perak.
6. IFSC World Cup 2022 di Swiss: Medali Perunggu.
7. IFSC World Cup 2022 di Prancis: Medali Perunggu.
8. IFSC Climbing Asian 2022 di Korea Selatan: Medali Perak.
9. PON XX Papua 2021: Medali Emas.
10. Kejuaraan Nasional Kelompok Umur 2018 di Riau: 2 medali emas di nomor Speed World Record Youth A Putri dan Boulder Youth A Putri.
(Z-9)
Catatan tersebut sekaligus mematahkan dominasi pemegang rekor lama asal China yang sebelumnya mencatat waktu 13,28 detik.
Dalam perlombaan yang diselenggarakan di Tianya Haijiao Venue Claster, pasangan tersebut menundukkan perlawanan wakil Korea Selatan Jimin Jeong/Hanareum Sung
Desak Made Rita Kusuma Dewi bertekad raih podium di Asian Beach Games Sanya 2026 setelah sukses pecahkan rekor Asia di Kejuaraan Panjat Tebing Asia.
Tim panjat tebing Indonesia meraih emas lewat Desak Made Rita dan mengamankan total 8 tiket Asian Games 2026 di World Climbing Asian Championship 2026.
Desak Made Rita Kusuma Dewi memenangkan medali emas di nomor speed putri dengan waktu 6,49 detik, mengungguli tiga lawannya di final, termasuk Rajiah Salsabillah, yang finis di posisi ketiga.
Berkat sering ikut sang bibi ke tempat berlatih panjat tebing, perempuan yang di awal karier kerap diremehkan karena postur tubuhnya tinggi besar.
Asupan gizi yang tidak seimbang atau penggunaan suplemen yang sembarangan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Seorang atlet profesional tidak boleh lalai menaati protokol pemulihan demi menjaga ketahanan tubuh dan meminimalkan risiko cedera serius.
Dokter Spesialis Ortopedi ingatkan atlet profesional: Kurang disiplin recovery dan istirahat adalah tiket menuju cedera fatal. Simak protokolnya!
Aksi bejat tersebut diduga telah berlangsung selama empat tahun, yakni sejak 2021 hingga 2025.
Intip keseruan ILLIT dan CORTIS saat menyambut kepulangan atlet Korea Selatan dari Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 di Blue House, Seoul.
Universitas Budi Luhur (UBL) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus membawa pendidikan tinggi Indonesia ke panggung dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved