Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo berpesan kepada kontingen Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2021 untuk selalu menjaga kesehatan dan stamina supaya bisa fokus pada setiap pertandingan yang mereka jalani.
Seluruh rakyat Indonesia, sebut Jokowi, menaruh harapan besar kepada putra-putri terbaik bangsa untuk bisa meraih prestasi dan mengharumkan nama Indonesia.
"Selamat menjalankan amanat berarti ini. Rakyat menunggu saudara-saudara kembali ke Tanah Air dengan membawa medali yang membanggakan Indonesia. Semoga perjuangan saudara-saudara berhasil," ujar Jokowi saat melepas 28 atlet Olimpiade Tokyo 2021 secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/7).
Baca juga: Menpora Kukuhkan Kontingen Olimpiade Indonesia Secara Virtual
Kepala negara meyakini kontingen Tanah Air bisa menggapai prestasi yang baik karena sudah melakukan persiapan yang sangat maksimal.
"Semua sudah sepenuhnya siap bertanding secara sportif dan berpotensi meraih juara. Saya yakin, insya Allah, perjuangan saudara-saudara akan membuahkan hasil," ucapnya.
Indonesia, pada perhelatan Olimpiade kali ini, mengirimkan 28 atlet yang akan bertanding di delapan cabang olahraga yakni atletik, angkat besi, bulu tangkis, dayung, menembak, panahan, renang, dan selancar.
Untuk cabang bulu tangkis, Indonesia memberangkatkan 11 atlet yakni Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Jonatan Christie (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra), Marcus Ferlandi Gideon (ganda putra), Mohammad Ahsan (ganda putra), Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii (ganda putri), Apriyani Rahayu (ganda putri), Praveen Jordan (ganda campuran) dan Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran).
Di cabang atletik, ada Lalu Muhammad Zohri dan Alvin Tehupeiory.
Adapun, Diananda Chairunisa, Riau Ega Salsabila, Aried Dwi Pangestu, Bagas Prastayadi akan mewakili Indonesia di cabang panahan.
Eko Yuli Irawan, Denin, Rahmat Erwin Abdullah, Windy Cantika Aisah, dan Nurul Akmal akan berlaga di cabang angkat besi.
Di cabang olahraga dayung, ada Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri.
Di cabang olahraga renang ada Aflah Fadlan Prawira dan Azzahra Permatahani.
Kemudian Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba di cabang menembak dan Rio Waida di cabang selancar. (OL-1)
PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai tudingan yang menyeret Jusuf Kalla dalam isu dugaan ijazah palsu Joko Widodo merupakan upaya framing.
TOKOH suku Dayak, Panglima Jilah, mempertanyakan nasib pembangunan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang pernah dijanjikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengomentari uji materi Pasal 169 Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum atau UU Pemilu yang dilayangkan dua advokat.
Penunjukan kerabat dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam jajaran manajemen anak perusahaan PT Pertamina (Persero) kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
Musyawarah Nasional XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menetapkan Sugiono sebagai Ketua Umum periode 2026-2030 secara aklamasi.
Atlet skateboard Indonesia Basral Graito Hutomo melesat ke peringkat 38 dunia, membuka peluang besar menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Profil Sir Craig Reedie, tokoh penting Olimpiade dan WADA yang berperan besar dalam memerangi doping dan memajukan olahraga dunia.
Sir Craig Reedie meninggal di usia 84. Sosok kunci yang membawa bulu tangkis ke Olimpiade ini meninggalkan warisan besar bagi dunia olahraga global.
Presiden IOC Kirsty Coventry menekankan pentingnya persaingan yang setara di level Olimpiade, ketika selisih performa sekecil apa pun sangat menentukan hasil akhir.
Pendekatan lama dari program pembinaan sudah tidak lagi memadai sehingga perlu diganti dengan sistem yang lebih modern dan kompetitif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved