Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KECELAKAAN helikopter PK-CFX di wilayah hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kkalbar), mulai mendapat sorotan dari pakar penerbangan. Faktor mekanis atau pemeliharaan pesawat (mechanical maintenance) diduga kuat menjadi pemicu utama insiden tersebut.
Ketua Masyarakat Transportasi Udara Indonesia (MTUI) Kalimantan Barat, Syarif Usmulyani Alqadrie, mengungkapkan bahwa berdasarkan analisis awal, faktor cuaca dapat dikesampingkan dalam peristiwa kecelakaan helikopter PK-CFX tersebut.
"Dari lima faktor utama penyebab kecelakaan penerbangan, faktor cuaca bisa dikesampingkan. Berdasarkan rekaman dan kesaksian di lokasi, kondisi cuaca saat helikopter jatuh dilaporkan cerah, tanpa hujan maupun gangguan ekstrem," ujar Syarif di Pontianak, Jumat (17/4).
Syarif menjelaskan, dalam dunia penerbangan terdapat lima variabel krusial penyebab kecelakaan: faktor manusia (human factor), cuaca, gangguan atmosfer (seperti windshear), kondisi landasan, dan pemeliharaan mekanik.
Berdasarkan rekaman visual yang beredar, ia menduga terjadi gangguan pada sistem utama pesawat, khususnya pada bagian rotor utama (main rotor). "Posisi helikopter saat jatuh tidak langsung terjun bebas, tetapi tampak masih berusaha melakukan pendaratan. Ini mengindikasikan adanya masalah pada sistem mekanikal atau penggerak rotor," jelasnya.
Ia memperkirakan kontribusi faktor manusia dalam insiden ini relatif kecil, yakni sekitar 10 persen, sementara sisanya lebih dominan pada aspek teknis dan riwayat perawatan mesin sebelum terbang.
Selain aspek teknis pesawat, Syarif juga menyoroti lambatnya proses deteksi setelah helikopter dinyatakan hilang kontak. Menurutnya, terdapat jeda waktu yang cukup lama hingga lokasi jatuhnya pesawat ditemukan.
"Dalam standar penerbangan, kehilangan kontak selama lima hingga sepuluh menit seharusnya sudah menjadi peringatan serius bagi pihak terkait seperti AirNav. Namun, dalam kasus ini, posisi baru diketahui setelah lebih dari dua jam. Ini perlu menjadi bahan evaluasi total pada sistem komunikasi dan koordinasi darurat," tegasnya.
Ia berharap investigasi resmi dari otoritas terkait dapat segera mengungkap penyebab pasti kecelakaan helikopter PK-CFX melalui pemeriksaan mendalam terhadap komponen pesawat dan data penerbangan. Langkah ini dinilai krusial agar prosedur penanganan darurat dan standar keselamatan penerbangan di wilayah Kalimantan Barat dapat ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa di masa depan. (Ant/H-3)
KNKT targetkan laporan awal (preliminary report) kecelakaan helikopter PK-CFX di Sekadau rilis dalam 30 hari. Investigasi libatkan manufaktur Prancis.
Tim Dokes Polda Kalbar berhasil mengidentifikasi 8 korban kecelakaan helikopter PK-CFX di Sekadau. Proses rekonsiliasi data antemortem sedang berlangsung.
Jenazah Fauzi Orbanta, korban kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, dimakamkan di TPU Pusara Agung Jambi dengan suasana penuh haru.
Otoritas Malaysia mengonfirmasi Patrick Kee Chuan Peng, COO KPN Plantations, meninggal dalam kecelakaan helikopter PK-CFX di Sekadau, Kalimantan Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved