KNKT akan Rilis Laporan Awal Penyebab Kecelakaan Helikopter PK-CFX dalam 30 Hari

Putri Rosmalia Octaviyani
18/4/2026 16:34
KNKT akan Rilis Laporan Awal Penyebab Kecelakaan Helikopter PK-CFX dalam 30 Hari
Sisa puing dari kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.(Dok. Antara)

KOMITE Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menargetkan laporan awal (preliminary report) terkait insiden kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (kalbar), akan dirilis dalam waktu 30 hari ke depan. Laporan tersebut akan berfokus pada pengumpulan data faktual di lapangan.

Investigator KNKT, Dian Saputra, menjelaskan bahwa laporan awal ini sangat krusial untuk memetakan kondisi riil saat kejadian, mulai dari aspek cuaca hingga performa teknis mesin helikopter sebelum mengalami kecelakaan.

"Dalam 30 hari kita akan keluarkan laporan awal yang berisi data faktual. Untuk penyebab pastinya, saat ini belum bisa kita simpulkan karena proses investigasi dan analisis masih terus berlangsung," ujar Dian di Pontianak, Jumat (17/4/2026).

Andalkan Engine Data Recorder

Salah satu tantangan dalam investigasi ini adalah absennya perangkat perekam data penerbangan konvensional. Dian mengungkapkan bahwa helikopter PK-CFX tidak dilengkapi dengan Flight Data Recorder (FDR) maupun Cockpit Voice Recorder (CVR), perangkat yang lazim ditemukan pada pesawat komersial besar.

Sebagai gantinya, tim investigasi akan mengoptimalkan penggunaan engine data recorder. Alat ini diharapkan mampu memberikan informasi mendalam mengenai performa mesin, termasuk parameter kondisi oli dan putaran mesin (RPM) sesaat sebelum insiden terjadi.

Selain data mesin, KNKT juga tengah menghimpun bukti-bukti pendukung lainnya, seperti rekaman kamera di sekitar lokasi kejadian untuk rekonstruksi visual, data meteorologi dan kondisi cuaca di jalur penerbangan Sintang-Kubu Raya, dan keterangan saksi dan analisis komponen fisik helikopter.

Kolaborasi dengan Manufaktur Prancis

Mengingat kompleksitas teknis yang ada, KNKT akan melakukan analisis komprehensif dengan melibatkan pihak manufaktur helikopter yang berbasis di Prancis. Kerja sama internasional ini bertujuan untuk memastikan akurasi temuan teknis terkait kegagalan sistem atau mesin jika ditemukan.

Meskipun laporan awal ditargetkan rampung dalam satu bulan, Dian menegaskan bahwa laporan akhir (final report) yang mencakup kesimpulan penyebab utama kecelakaan serta rekomendasi keselamatan secara menyeluruh diperkirakan memakan waktu hingga 12 bulan.

Awal kecelakaan Helikopter PK-CFX diketahui saat helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/4/2026) pukul 08.39 WIB saat menempuh rute dari Sintang menuju Kubu Raya. Helikopter tersebut mengangkut delapan orang, yang terdiri dari dua kru (Pilot Capt. Marindra W dan Co-pilot Harun Arasyd) serta enam orang penumpang.

KNKT menegaskan bahwa tujuan utama dari investigasi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan murni untuk kepentingan keselamatan penerbangan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya