Helikopter Airbus Hilang Kontak di Sekadau, Delapan Orang Ditemukan Meninggal Dunia

Ervan Masbanjar
17/4/2026 12:23
Helikopter Airbus Hilang Kontak di Sekadau, Delapan Orang Ditemukan Meninggal Dunia
Proses evakuasi korban Helikopter jatuh di Kalbar oleh tim gabungan(Dok Istimewa)

SATU Helikopter Airbus H130 PK CFX  milik PT. Matthew Air Nusantara dikabarkan hilang kontak, akhirnya berhasil ditemukan Tim Gabungan di dinding bukit puncak  Nanga Kiungkang, Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) dengan  dengan kemiringan lokasi di 65 derajat. 

Demikian diungkapkan, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dalam keterangan persnya, Jumat (17/4), dikatakannya, team Basarnas tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 Wib pada Kamis (16/4), dari visual awal LKP tim darat yang tiba melihat bekas sapuan baling baling helikopter sejauh lebih kurang 500 meter menukik dari bawah ke atas.

“Tujuh korban ditemukan di dalam badan Helikopter terjepit dan satu orang terlempar dan tersangkut di pohon sekitar satu meter dari badan Helikopter, seluruh korban dalam kondisi MD,” ujarnya.

Dan sekitar pukul 22.03. Wib, seluruh korban berhasil dievakuasi dan identifikasi dari pihak perusahaan,  pada malam itu juga  seluruh korban dibawa ke atas titik kumpul puncak bukit, kemudian dibawa ke posko. 

“Tepat pukul 06.00 Wib seluruh korban tiba di posko dan kemudian dibawa oleh ambulan ke 642 Kapuas Sanggau milik TNI - AD, pukul 9.15 Wib paket di jemput oleh heli Super Puma menuju bandara Supadio.

Saat ini seluruh korban sudah onboard di Helikopter sekitar 40 menit, menuju ke Pontianak dan untuk selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak, Kalbar.

Ia menjelaskan, adapun kronologi kejadian ini sebagai berikut : 

Pukul 08.34 Wib, helikopter tersebut take off dari area perkebunan PT Citra Mahkota, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalbar menuju Kabupaten Kubu Raya.

Pukul 08.39 wib (5 menit setelah takeoff), berdasarkan informasi dari airnav, pesawat tersebut hilang kontak pada. Pesawat menghilang dari pantauan radar dan gagal melakukan komunikasi radio rutin.

Pukul 09.15 Wib, Basarnas Command Center mendeteksi sinyal darurat, melalui satelit Leosar dalam sistem cospas-sarsat, yang menangkap pancaran sinyal emergency locator transmitter (elt).
 
Adapun lokasi kejadian berada di titik koordinat lost contact: 0'10"51.91 s - 110'47"25.49 e. Dan  titik koordinat pancaran sinyal distress dari elt : 0°12'0.00"s-110°44'0.00"e, datum  0°11'30.39"s-110°45'43.72"e

“Area administratif kejadian masuk di sekitar desa tapang tingang, kecamatan nanga taman, kabupaten sekadau, kalimantan barat. Adapun jarak tempuh berjarak 81,5 menit dari bandara Supadio, kurang lebih 55 menit dari Pos Sar Basarnas Sintang, tuturnya.

Berdasarkan data manifes, lanjutnya, dalam penerbangan tersebut terkonfirmasi ada delapan orang di dalam pesawat, terdiri dari dua orang kru, dan enam orang penumpang.

“Semua telah ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia,” sebutnya.

Dibeberkanya, upaya Basarnas dengan telah mengerahkan unsur yakni tim rescue dari Pos Sar Sintang, yang telah diberangkatkan ke lokasi kejadian,  Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, POLRI, BPBD perangkat desa.

Kondisi medan lokasi jatuhnya atau hilangnya kontak berada di kawasan hutan rimbun dengan topografi perbukitan terjal. Tapi pada pukul 15.25 wib heli super Puma TNI AU menemukan serpihan yang diduga ekor pesawat helikopter Airbus tersebut pada jarak kurang lebih 3 km ke arah barat dari titik awal hilang kontak.

“Informasi temuan tersebut diteruskan ke unsur darat untuk memudahkan menuju ke titik lokasi,” pungkasnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya