Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA haru menyelimuti Taman Makam Bahagia di Dusun Gisik Gebang Desa Gisik Cemandi Kecamatan Sedati, Sidoarjo pada Sabtu (18/4) siang. Jenazah Mayor Laut (Purn) Marindra Wibowo, pilot helikopter Airbus H130 PK-CFX yang gugur dalam kecelakaan udara di Kalimantan Barat, dilepas menuju peristirahatan terakhir melalui upacara pemakaman militer.
Meskipun telah purna tugas dari kedinasan TNI Angkatan Laut, almarhum tetap mendapatkan penghormatan militer sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan jasa-jasanya selama mengabdi kepada negara. Upacara dipimpin langsung oleh Letkol Laut dr Hadi Priyino sebagai Inspektur Upacara.
"Semoga arwah almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," kata Letkol Laut dr Hadi Priyino dalam amanat yang dibacakannya.
Hadir dalam prosesi tersebut sejumlah personel Puspenerbal serta rekan sejawat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pria kelahiran Tuban, 20 Maret 1982 tersebut.
Kepergian Marindra menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekan penerbang. Rochyani, seorang pilot Wing Air sekaligus senior almarhum saat menempuh pendidikan di Yogyakarta, mengenang Marindra sebagai sosok yang hangat.
"Dikenal sebagai pribadi yang asyik, supel, dan ringan tangan. Sering mengajak rekan-rekannya berkumpul sekadar untuk berbincang santai di sore hari," kata Rochyani.
Almarhum tumbuh di lingkungan keluarga penerbang dan memiliki jam terbang tinggi, termasuk penugasan di berbagai daerah terpencil di Indonesia. Selama masa hidupnya, lulusan S1 Manajemen Universitas Yos Sudarso ini tercatat memiliki karier yang cemerlang. Almarhum juga memiliki sejumlah tanda kehormatan, antara lain Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun, Satya Lencana Dharma Nusa dan Penghargaan Veteran Perdamaian Republik Indonesia.
Marindra Wibowo mengembuskan napas terakhir pada Kamis (16/4) pukul 22.00 WIB dalam insiden kecelakaan helikopter di Bukit Puntak, Sekadau, Kalbar. Almarhum meninggalkan seorang istri, Serma APM/W Rena Purnama Dewi, dan tiga orang putra. (HS/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved