Kronologi Kecelakaan Helikopter di Sanggau, Kirim Sinyal Darurat sebelum Hilang

Insi Nantika Jelita
17/4/2026 12:10
Kronologi Kecelakaan Helikopter di Sanggau, Kirim Sinyal Darurat sebelum Hilang
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah penumpang helikopter Airbus H130 PK-CFX yang jatuh di wilayah hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).(Dok Kantor SAR Pontianak)

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan kronologi kecelakaan helikopter tipe Airbus Helicopter EC130 T2 dengan registrasi PK-CFX di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kejadian ini bermula saat pesawat lepas landas pada Kamis (16/4) pukul 07.37 WIB dari Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1). 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menjelaskan, setelah lepas landas, sekitar pukul 08.39 WIB, pesawat terdeteksi mengirimkan sinyal darurat di kawasan hutan Kalimantan Barat. 

"Selanjutnya, pada pukul 09.15 WIB, pesawat dinyatakan hilang kontak," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/4).

Menindaklanjuti kondisi tersebut, AirNav Indonesia menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) pada pukul 10.43 WIB sesuai prosedur yang berlaku.

Helikopter tersebut diawaki oleh satu orang pilot, Capt. Marindra Wibowo, serta satu orang engineer, Harun Arasyid. Selain itu, terdapat enam penumpang di dalam pesawat, termasuk satu warga negara Malaysia.

Lukman menjelaskan, tim SAR gabungan kemudian berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Berdasarkan laporan dari lapangan, seluruh awak dan penumpang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban," tuturnya.

Hingga saat ini, pihaknya bersama AirNav Indonesia dan instansi terkait terus berkoordinasi dengan Basarnas serta unsur TNI AU untuk proses evakuasi dan penanganan lebih lanjut di lokasi kejadian.

Masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi dari pemerintah serta tidak berspekulasi terkait insiden tersebut. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya