Unik, Tasyakuran Pemberangkatan Calon Jemaah Haji Diwarnai Pembacaan Saritilawah Al Qur'an dan Puisi Bahasa Brebes-Tegalan

Supardji Rasban
13/4/2026 12:48
Unik, Tasyakuran Pemberangkatan Calon Jemaah Haji Diwarnai Pembacaan Saritilawah Al Qur'an dan Puisi Bahasa Brebes-Tegalan
Ilustrasi(MI/SUPARDJI RASBAN)

BANYAK cara dilakukan pada acara tasyakuran pemberangkatan ibadah haji ke Tanah Suci, yang saat ini marak digelar di berbagai daerah. Di Brebes, Jawa Tengah, ada acara tasyakuran pemberangkatan calon jemaah haji yang unik. Yakni, diwarnai dengan pembacaaan salitirawah (terjenahan) Al Quran dan pembacaaan puisi dengan Bahasa lokalan, yakni Bahasa Brebes/Tegalan.

Yang menggelar acara walimatus safar (pamitan berangkat haji) dengan cara uni tersebut, yakni Imam Chumedi Suhemin dan Widyowati Abu Khaer, yang tinggal di Desa Wangandalem, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Minggu (12/4/2026) sore. 

Wakil Walikota Pertama Kota Tegal, Maufur Marghub Abdul Aziz, mewakili sohibul bait, menyampaikan pesan dalam acara tersebut 

Setelah menyampaikan beberapa pesan, di hadapan anggota DPR RI, Agung Widyantoro, yang juga Bupati Brebes 2012-2014, Maufur segera menyerahkan kelapa hijo kepada Imam Chumedi dan memberikan "layanan" kepada istrinya, Widyowati Abu Khaer, selaku tuan rumah calon jemaah haji.

Maufur bercanda, jika apa itu makna kelapa hijau dan layangan/layang-layang yang diserahkan kepada tuan rumah, semua yang hadir sudah tahu, sehingga tidak perlu dijelaskan.

Menurut Budayawan Pantura, Atmo Tan Sidik, makna kelapa hijau dan layang-layang yang diserahkan kepada calon jemaah haji Imam Chumaedi dan sang istreri, Widyowati Abu Bakar. Yakni, bahwa kelapa hijau itu, artinya pohon kelapa yang bagian pohonnya dan juga banyak bermanfaat bagi manusia. 

"Misalnya, air kelapa hijaunya yang bermanfaat bagi kesehataan. Batang pohonnya atau gelugu bisa untuk membangun rumah, dan pelepah daun/belaranknya bisa untuk kayu bakar. Sedangkan layang-layang bermakna meski terbang jauh tinggi, tapi haarus tetap mampu mengendalikan diri, dengan mengulur-narik benangnya," ujar Atmo Tan Sidik.

Menurut Atmo Tan Sidik, sesuai dengan manfaat pohon kelapa dan layang-layang tersebut, dimaksudkan agar kedua calon jemaah haji juga bisa bermanfaat bagi keluarga dan kerabat bahkan masyarakat sepulang dari ibadah haji. 

"Termasuk makna layang-layang agar bisa mengendalikan diri terhadap semua godaan hidup," jelas Atmo Tan Sidik, yang penerima penghargaan pelestari dan pengenmbang  warisan budaya Kemendikbud 2014.

Sebelum diisi tausiah oleh K.H. Djaruki Al-Hafidz dan doa oleh K.H. Abdurrouf Mustofa, lebih dahulu dibacakan puisi bahasa Brebesan oleh Lebe Penyair Agus Tarjono, yang juga alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri tahun 1998. Puisinya berjudul "Aku Ora Bisa Papat". Pembacaan Al-Qur’an dengan mengambil Surat Ibrahim ayat 7 dan Surat Ali Imron ayat 95-98 dibacakan oleh Al-Ustadz Fathul Mukmin, sedang sari tilawahnya dengan Bahasa Brebes/Tegalan oleh Zara Zetira BY, guru bahasa Indonesia SMP Negeri 5 Brebes.

Sambutan mewakili keluarga, disampaikan oleh dua orang, yaitu oleh Koordinator Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) se-wilayah Jawa tahun 1991-1994, yang menyampaikan permohonan maaf apabila dalam menerima pertamuan, baik tempat maupun hidangan, ada yang kurang berkenan, serta ucapan terima kasih atas kehadiran para hadirin serta mohon doa. 

Sohibul bait Imam Chumedi Suhemin beserta istri yang tergabung dalam Kloter 6 dari KBIH Al-Mabrur yang menurut rencana akan berangkat pada t22 April 2026, secara singkat menyampaikan ungkapan syukur atas karunia Allah serta memohon doa dari para hadirin agar diberi kesehatan selama melaksanakan ibadah dan meraih predikat haji yang mabrur dan mabruroh. 

Sekadar diketahui, bahwa Ustadz Imam Chumedi mantan ketua KPMDB Yogyakarta alumni UIN Sunan Kalijaga adalah seorang santri yang sering menjadi qori atau pembaca Al-Qur’an, muballigh, penulis artikel di berbagai media massa, juga telah menulis buku dengan bahasa daerah yang berjudul "Ayun-ayun Badan" serta "Aja Liren Dadi Wong Apik". Kedua buku tersebut diberi pengantar oleh mantan rektor UPS Tegal, Maufur Marghub Abdul Aziz dan oleh Atmo Tan Sidik.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya