Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMKAB Lamongan, Jawa Timur, bakal segera melakukan sejumlah langkah strategis untuk antisipasi kegagalan panen tanaman pangan menjelang kemarau. Seluruh kecamatan juga diinstruksikan mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan penanganan prioritas untuk mengatasi kekeringan.
"Iya, beberapa langkah strategis kita siapkan untuk mengantisipasi kegagalan tanaman pangan, " kata Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kamis (9/4) siang.
Menurut dia, upaya antisipasi ini dilakukan untuk menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang. Dinas terkait juga diminta segera melakukan pendataan dan pemetaan embung, normalisasi saluran air, serta penguatan jaringan irigasi.
Ia juga mengatakan, seluruh kecamatan juga diinstruksikan mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan penanganan prioritas untuk mengantisipasi dampak kerusakkan pada tanaman pangan.
Pak Yes, panggilan akrab Bupati, menegaskan kondisi kemarau tidak boleh menghambat peningkatan luas tambah tanam (LTT). Pemenuhan target produksi pangan tetap menjadi komitmen bersama demi menjaga ketahanan pangan daerah.
Dalam rangka percepatan LTT tahun 2026, Pemkab Lamongan gencar mengajak petani juga poktan Lamongan untuk sesegera mungkin melaksanakan tanam padi pada musim tanam kedua (MT2) setelah panen dilakukan.
Diungkapkannya, pada 2025, Lamongan berhasil melampaui target LTT pusat dari 192.373 ha (target pusat) terealisasi 193.786 ha, dengan luas tanam baku sawah yang dimiliki sebesar 95.000 hektar.
Selain itu, Lamongan juga semakin kokoh bagai lumbung pangan nasional dengan berhasil mencapai produksi padi sebanyak 1.335.099 ton, terbesar di Jawa Timur.
"Kok bisa demikian? karena tanamnya tidak sekali saja, tapi berkali-kali. Selain itu yang membedakan juga adalah karakter orang Lamongan yang megilann, giat-giat panen, panennya belum selesai sudah siap tanam lagi, tidak perlu menunggu besok, tidak perlu memikir BMKG, hujan atau tidak pokoknya berusaha, yakin," pungkasnya. (E-2)
Guna menjaga ketahanan ekonomi, produktivitas sektor pertanian harus tetap terjaga melalui langkah-langkah antisipasi yang terukur.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Cirebon terjadi Agustus–September 2026. Warga diimbau hemat air dan manfaatkan hujan yang masih turun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved