Lamongan Siapkan Langkah Strategis untuk Jaga Ketahanan Pangan

M Yakub
09/4/2026 23:49
Lamongan Siapkan Langkah Strategis untuk Jaga Ketahanan Pangan
Pemkab Lamongan menggelar rapat koordinasi bersama Pemprov untuk penanganan dampak potensi kemarau panjang.(MI/M Yakub)

PEMKAB Lamongan, Jawa Timur, bakal segera melakukan sejumlah langkah strategis untuk antisipasi kegagalan panen tanaman pangan menjelang kemarau. Seluruh kecamatan juga diinstruksikan mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan penanganan prioritas untuk mengatasi kekeringan. 

"Iya, beberapa langkah strategis kita siapkan untuk mengantisipasi kegagalan tanaman pangan, " kata Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kamis (9/4) siang. 

Menurut dia, upaya antisipasi ini dilakukan untuk menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang. Dinas terkait juga diminta segera melakukan pendataan dan pemetaan embung, normalisasi saluran air, serta penguatan jaringan irigasi.

Ia juga mengatakan, seluruh kecamatan juga diinstruksikan mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan penanganan prioritas untuk mengantisipasi dampak kerusakkan pada tanaman pangan. 

Pak Yes, panggilan akrab Bupati, menegaskan kondisi kemarau tidak boleh menghambat peningkatan luas tambah tanam (LTT). Pemenuhan target produksi pangan tetap menjadi komitmen bersama demi menjaga ketahanan pangan daerah.

Dalam rangka percepatan LTT  tahun 2026, Pemkab Lamongan gencar mengajak petani juga poktan Lamongan untuk sesegera mungkin melaksanakan tanam padi pada musim tanam kedua (MT2) setelah panen dilakukan. 

Diungkapkannya, pada 2025, Lamongan berhasil melampaui target LTT pusat dari 192.373 ha (target pusat) terealisasi 193.786 ha, dengan luas tanam baku sawah yang dimiliki sebesar 95.000 hektar. 

Selain itu, Lamongan juga semakin kokoh bagai lumbung pangan nasional dengan berhasil mencapai produksi padi sebanyak 1.335.099 ton, terbesar di Jawa Timur.

"Kok bisa demikian? karena tanamnya tidak sekali saja, tapi berkali-kali. Selain itu yang membedakan juga adalah karakter orang Lamongan yang megilann, giat-giat panen, panennya belum selesai sudah siap tanam lagi, tidak perlu menunggu besok, tidak perlu memikir BMKG, hujan atau tidak pokoknya berusaha, yakin," pungkasnya. (E-2) 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya