14 Anak Positif Penyakit Campak, Kabupaten Tasikmalaya Ditetapkan Status KLB

Kristiadi
08/4/2026 15:57
14 Anak Positif Penyakit Campak, Kabupaten Tasikmalaya Ditetapkan Status KLB
Ilustrasi(Freepik.com)

DINAS Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat temukan 14 orang positif tertular penyakit campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Kasus penyakit tersebut, ditemukan awal Januari hingga Maret 2026 tercatat 114 suspek dan kini semua pasien kembali sembuh setelah sempat mendapat perawatan di ruang isolasi.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk, Kabupaten Tasikmalaya, Otong Kusmana mengatakan, kasus campak yang terjadi di wilayahnya sejak Januari hingga Maret menemukan 114 kasus suspek dan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat tercatat 14 anak positif campak. Namun, kasus campak yang terjadi karena adanya penyebaran virus penyakit hingga meningkat cukup signifikan.

"Di Kabupaten Tasikmalaya telah terjadi penyebaran kasus campak berada di Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari dan Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang hingga status tersebut meningkat menjadi kejadian luar biasa (KLB). Kasus campak di Kabupaten Tasikmalaya ditemukan setelah menerima laporan dari petugas kesehatan dan mereka ditangani ditempatkan di ruang isolasi rumah sakit," ujar Otong Kusmana, Rabu (8/4/2026).

Menurut Otong, kasus penyakit campak di wilayahnya masih mengalami peningkatan cukup signifikan meski dari kasus tersebut tidak ada angka kematian dan sekarang ini statusnya menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun, Dinas Kesehatan termasuk Puskesmas, Posyandu harus melakukan imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) guna menekan jumlah kasus agar tidak meningkat.

"Kasus campak yang terjadi di wilayahnya terus meningkat dan sekarang ini Provinsi Jabar menetapkan 5 Kota, Kabupaten telah  ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) mulai Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kota Cirebon, Kabupaten Bogor, Bandung Barat. Penyebaran kasus campak tersebut, petugas kesehatan mengambil sampel dan dikirim ke laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kabupaten Garut, Yodi Sirojudin mengatakan, kasus campak di wilayahnya terjadi sejak Januari-April menemukan 102 orang positif tertular campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat. Namun, penularan makin meningkat dan menyebabkan 57 orang harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit serta yang lainnya berangsur sembuh.

"Kasus penyakit campak yang telah terjadi di wilayahnya meningkat cukup signifikan, Dinas Provinsi Jabar menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) berada di Desa Karyasari, Kecamatan Garut Kota, Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong. Kasus tersebut meningkat, setelah Dinas Kesehatan temukan 102 orang positif campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya