Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan masyarakat tidak perlu melakukan evakuasi lanjutan setelah peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 7,6 di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara resmi diakhiri.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan, sesuai prosedur yang berlaku, pencabutan peringatan tsunami berarti tidak ada lagi rekomendasi evakuasi tambahan bagi warga terdampak. Masyarakat yang sebelumnya mengungsi diperbolehkan kembali ke rumah, dengan catatan tetap memeriksa kondisi bangunan lebih dulu untuk memastikan keamanan.
Menurut Faisal, BMKG menjalankan analisis cepat dalam waktu kurang dari dua menit setelah gempa terjadi. Proses tersebut mencakup pemantauan aktivitas seismik dan simulasi berbasis ribuan skenario untuk membaca potensi tsunami secara akurat.
Ia menekankan, begitu status peringatan diakhiri, penanganan lanjutan di lapangan berada di tangan otoritas kebencanaan dan tim penyelamat, seperti BPBD, Basarnas, serta instansi terkait lainnya. BMKG, kata dia, tetap berfokus pada pemantauan situasi dan siap mengeluarkan peringatan baru bila ditemukan ancaman lanjutan.
BMKG juga meminta masyarakat tidak terpancing kepanikan. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan aparat setempat sembari terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan lembaga berwenang.
Untuk mendukung kecepatan penyebaran informasi, BMKG mengandalkan sekitar 550 perangkat Warning Receiving System (WRS) yang tersebar di titik-titik strategis. Di Maluku Utara dan Sulawesi Utara, sistem ini diperkuat dengan sembilan tide gauge, pusat pengendalian operasi, kantor pemerintah, serta area rawan bencana.
Melalui jaringan tersebut, informasi dari pusat pemantauan BMKG dapat diteruskan secara langsung dan real time kepada para pemangku kepentingan, termasuk BNPB dan Basarnas. Skema ini dinilai penting untuk mempercepat respons dan pengambilan keputusan di lapangan saat situasi darurat terjadi. (Z-10)
Basarnas mengerahkan 14 personel tambahan dari Basarnas Special Group untuk mengevakuasi lima korban yang terhimpit dalam kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Melihat posisi korban yang berada jauh di bawah tebing dan ancaman kenaikan permukaan air laut, tim memutuskan untuk menempuh jalur udara guna mempercepat proses evakuasi.
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sekitar 100 warga terdampak banjir di kawasan Wosi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada Selasa malam (7/4).
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia dari Iran
Rosatom evakuasi ratusan pekerja dan keluarga dari PLTN Bushehr, Iran. Pembangunan Unit 2 dan 3 dihentikan sementara akibat situasi keamanan yang kian membahayakan.
Kemlu RI pastikan kondisi WNI usai gempa M 7,4 dan ancaman tsunami di Jepang Utara. Simak hotline darurat KBRI Tokyo dan situasi terkini di Aomori-Iwate.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung pada Kamis (2/4) pagi dan dirasakan hingga sejumlah daerah seperti Ternate, Manado, hingga Gorontalo Utara.
Gempa berkekuatan M 6,7 mengguncang wilayah timur laut Jepang disertai peringatan tsunami setinggi 1 meter.
Jepang kembali diguncang serangkaian gempa susulan, lebih dari 10 kali dalam kurun 14 jam, usai gempa kuat bermagnitudo 7,5 mengguncang wilayah utara negara itu.
Pemerintah Jepang mencabut seluruh peringatan tsunami setelah gempa M7,5 mengguncang lepas pantai Aomori
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved