Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Kalimantan Tengah akan meluas dan berlangsung hingga Senin (30/3/2026).
Kondisi tersebut dipicu meningkatnya aktivitas atmosfer, sehingga masyarakat diimbau mewaspadai hujan yang dapat turun secara tiba-tiba dan berpotensi disertai petir serta angin kencang.
Dalam rilis resminya, BMKG menyebut kondisi cuaca di Kalimantan Tengah dalam beberapa hari ke depan cenderung sulit diprediksi. Lembaga tersebut mengingatkan potensi hujan lebat yang dapat terjadi secara mendadak di sejumlah wilayah.
Aktivitas atmosfer yang sedang aktif, terutama adanya belokan angin dan perlambatan aliran udara di wilayah Kalteng, menjadi faktor utama pemicu kondisi tersebut. Situasi ini mendorong pertumbuhan awan hujan secara cepat dan masif.
“BMKG memantau adanya daerah belokan angin serta perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan,” tulis BMKG dalam rilisnya, Minggu (29/3).
Selain itu, tingkat kelembapan udara yang tinggi serta kondisi atmosfer yang labil turut memperkuat pembentukan awan konvektif. Kondisi ini memungkinkan hujan turun dalam durasi singkat namun dengan intensitas tinggi.
“Kelembapan udara yang basah serta labilitas lokal yang kuat mendukung proses konvektif, sehingga potensi awan hujan meningkat,” lanjut rilis tersebut.
Pada Sabtu (28/3/2026), sejumlah wilayah seperti Lamandau, Katingan, Gunung Mas, hingga kawasan Barito diperkirakan mulai diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Memasuki Minggu (29/3/2026), potensi hujan meluas ke Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan, Kapuas, Pulang Pisau, hingga Kota Palangka Raya. Kondisi serupa diprediksi masih akan berlanjut hingga Senin (30/3/2026).
BMKG menekankan pola hujan yang terjadi cenderung bersifat lokal dan datang secara mendadak. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
“Masyarakat diminta waspada terhadap hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir dan angin kencang atau angin puting beliung,” tulis BMKG.
Selain berpotensi mengganggu aktivitas harian, cuaca ekstrem juga dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Dengan kondisi tersebut, warga diimbau terus memantau perkembangan informasi cuaca dan melakukan langkah antisipasi, terutama di wilayah yang rawan bencana. (SS/I-1)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 29 April 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan pembaruan terkait prakiraan cuaca untuk Selasa, 28 April 2026.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia mulai memasuki masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau 2026.
Sirkulasi siklonik yang terpantau di sejumlah wilayah perairan, seperti Samudera Hindia barat Sumatera Utara, perairan Kepulauan Bangka Belitung, serta Samudera Pasifik.
BMKG memperingatkan bahwa potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia sepanjang periode 14–20 April 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan prakiraan cuaca 14 April besok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved