Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA terdampak banjir di wilayah pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hingga kini masih membutuhkan kejelasan terkait tempat tinggal. Pasalnya, para korban bencana masih bertahan di tenda-tenda pengungsian karena belum ada kepastian pemindahan ke hunian sementara maupun hunian tetap.
Muntasir, salah seorang korban banjir asal Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, menyampaikan bahwa warga terdampak di desanya belum mendapatkan informasi jelas mengenai rencana relokasi. Kondisi tersebut disampaikannya pada Sabtu.
"Hingga saat ini, kami belum mendapatkan kepastian kapan dipindahkan ke hunian yang layak. Kini, kami masih mengungsi di tenda-tenda di desa tetangga," kata Muntasir.
Gampong Lhok Sandeng diketahui berada di kawasan hulu Krueng Meureudu. Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu melanda sepanjang daerah aliran Sungai Krueng Meureudu, mulai dari wilayah hulu hingga hilir.
Menurut Muntasir, rumah keluarganya yang terletak tidak jauh dari aliran sungai tersebut ikut tersapu arus deras saat banjir bandang terjadi. Tidak hanya satu, puluhan rumah warga di desa tersebut mengalami kerusakan parah.
"Ada sebanyak 20 rumah di Gampong Lhok Sandeng terdampak banjir bandang. Sebagian besar rumah tersebut ambruk dan terbawa arus sungai yang deras ketika itu," katanya.
Selain permukiman warga, infrastruktur desa juga terdampak. Jembatan Lhok Sandeng yang menjadi akses utama menuju desa tetangga mengalami kerusakan. Meski demikian, saat ini telah dibangun jembatan darurat menggunakan batang kelapa yang masih dapat dilalui kendaraan berukuran sedang.
Muntasir menambahkan, warga sudah hampir satu bulan menjalani kehidupan di pengungsian. Saat ini, tenda-tenda pengungsi didirikan di Desa Sarah Mane, setelah sebelumnya para korban sempat mengungsi di masjid desa tersebut.
"Kini, kami hampir sebulan mengungsi di tenda. Tenda ini didirikan di desa tetangga, Sarah Mane. Sebelumnya, kami mengungsi di masjid Desa Sarah Mane," kata Muntasir.
Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan hunian sementara bagi korban banjir di Gampong Lhok Sandeng belum dapat direalisasikan karena terkendala ketersediaan lahan.
"Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan dan hunian bagi korban banjir bisa segera dibangun Apalagi bulan puasa tidak lama lagi, sehingga korban banjir bisa dengan nyaman melaksanakan ibadah Ramadan," kata Muntasir.
Hingga kini, warga korban banjir di pedalaman Pidie Jaya masih berharap adanya solusi cepat dari pihak terkait agar mereka dapat segera menempati hunian yang layak dan aman, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadan. (Ant/E-4)
Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, meninjau langsung hunian sementara.
Pemerintah menepis narasi yang berkembang di media sosial yang menyebut pemerintah menyerah dalam menangani lumpur pascabanjir Aceh.
Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Pascabencana (PRR) melaporkan progres pembersihan lumpur pascabanjir di Aceh telah mencapai 92% hingga awal April 2026.
Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (6/4).
Lokasi lahan masjid yang sebelumnya luas berkisar 2 hektare, habis tergerus arus deras saat banjir Aceh.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Kemendikdasmen meresmikan 29 sekolah hasil revitalisasi di Pidie Jaya Aceh pascabencana. Program ini diharapkan mempercepat pemulihan dan peningkatan kualitas pendidikan.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian, mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk memastikan percepatan pemulihan serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengadakan buka puasa bersama penyintas banjir dan longsor di meunasah darurat, Desa Manyang Cut, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Di tengah puing dan lumpur tebal sisa banjir bandang, sebuah meunasah darurat kini mulai berdiri di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved