Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUKSI cabai lokal di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga kini masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data tahun 2025, tingkat pemenuhan cabai besar di Kepri baru mencapai sekitar 37,38 persen dari total kebutuhan tahunan.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengungkapkan, kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton. Sementara itu, kondisi yang lebih memprihatinkan terjadi pada komoditas cabai rawit, di mana produksi lokal hanya mampu memenuhi 19,34 persen kebutuhan atau sekitar 1.488 ton dari total kebutuhan 7.236 ton per tahun.
“Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan yang cukup besar antara kebutuhan masyarakat dan kemampuan produksi lokal. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk terus mengembangkan sektor pertanian di Kepri,” ujarnya saat menghadiri penanaman perdana bibit cabai di Pantai Halona, Galang Baru, Kamis (8/1).
Ia menilai ketergantungan pasokan cabai dari luar daerah masih menjadi persoalan utama, terlebih di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan pertanian di wilayah Kepulauan Riau. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mulai mendorong transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi, digitalisasi, hingga pengembangan pertanian perkotaan atau urban farming.
Penanaman bibit cabai hijau dan merah di Galang Baru ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemerintah juga mendukung pengembangan pertanian lahan kering serta diversifikasi tanaman guna meningkatkan produktivitas petani lokal.
Dia menegaskan, sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian ekonomi daerah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai sangat diperlukan untuk menutup kekurangan pasokan pangan, khususnya komoditas cabai, di Kepulauan Riau. (H-2)
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
DINAMIKA harga pangan di Sumatra Utara menunjukkan tren yang kontradiktif memasuki pekan keempat April 2026.
HARGA cabai merah di kawasan Provinsi Aceh sejak tiga hari terakhir menurun drastis.
SEJUMLAH komoditas cabai di Kota Padang Panjang mengalami penurunan harga yang cukup signifikan pada minggu kedua April 2026.
Komoditas cabai besar dan cabai keriting, harga pada hari libur akhir pekan ini juga turun dari Rp60.000-Rp65.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Kepala UPTD Pasar Muka, Asep Hermawan, mengatakan turunnya harga komoditas cabai rawit dimungkinkan karena mulai berkurangnya permintaan.
Dokter spesialis anak ingatkan bahaya konsumsi mie instan dan susu kental manis berlebih bagi anak di pengungsian banjir Sumatra. Simak saran gizinya.
Menurut Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Rizal M. Damanik, mengonsumsi dua butir telur per hari adalah investasi sederhana namun berdampak besar bagi pertumbuhan anak.
Telur purba ini memiliki panjang hampir 30 sentimeter, ukuran yang sangat besar untuk telur bercangkang lunak.
TELUR sering dianggap sebagai sumber protein yang sangat baik. Namun masiih banyak uga menganggap bahwa kuning telur hanya meningkatkan kolesterol dan menambah lemak.
Terlur mengandung protein berkualitas tinggi, lemak sehat, vitamin A, D, E, B12, mineral zat besi, fosfor, selenium.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved