Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Lebak, Provinsi Banten, kembali menunjukkan perannya dalam menjaga swasembada beras dengan mencatat surplus beras sebesar 261.211 ton sepanjang 2025. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Lebak hingga sekitar 20 bulan ke depan, sekaligus memperkuat cadangan beras di tingkat regional.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, menyampaikan bahwa capaian tersebut didorong oleh peningkatan produktivitas padi di seluruh wilayah kecamatan.
"Kita produksi beras 2025 surplus, karena meningkatnya produktivitas pertanian padi di 28 kecamatan," ujar Deni di Lebak, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga dukungan pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain itu, petani juga aktif melakukan percepatan tanam setelah panen, terutama karena kondisi curah hujan yang cukup mendukung.
Sebagian besar lahan pertanian di Lebak merupakan sawah tadah hujan atau dikenal sebagai sawah geluduk, yang memungkinkan petani menanam padi saat musim hujan tiba.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, produksi beras Lebak dari Januari hingga Desember 2025 mencapai 402.610 ton. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, kebutuhan konsumsi beras masyarakat tercatat 12.854 ton per bulan atau 154.253 ton per tahun.
Sementara itu, penyerapan beras hingga akhir Desember 2025 mencapai 141.399 ton, sehingga tersisa surplus 261.211 ton, setara dengan ketersediaan beras untuk 20 bulan.
"Kita sudah beberapa tahun terakhir ini menjadi daerah surplus beras dan menjadi bukti nyata kemajuan sektor pertanian," kata Deni.
Lebak juga dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Banten dan berkontribusi dalam memasok beras ke sejumlah daerah lain seperti Jakarta, Bogor, hingga Lampung.
Saat ini, Lebak memiliki luas baku sawah sekitar 52.000 hektare dengan Indeks Pertanaman (IP) mencapai tiga kali tanam per tahun, yang berperan besar dalam menopang produksi beras nasional.
Dukungan pemerintah daerah turut memperkuat pencapaian tersebut. Melalui program Ruhay, Bupati Lebak Hasbi Asyidiki melakukan berbagai intervensi strategis, seperti optimalisasi dan perluasan areal tanam, peningkatan indeks pertanaman, serta perbaikan jaringan irigasi untuk menjamin ketersediaan air di lahan persawahan.
Selain itu, petani juga menerima bantuan sarana produksi pertanian, mulai dari benih unggul, alat dan mesin pertanian, pompa air, hingga pendampingan teknis dari penyuluh. Sinergi lintas sektor bersama Forkopimda terus diperkuat untuk mengawal program ketahanan pangan dan memperkuat kelembagaan kelompok tani agar lebih mandiri dalam pengelolaan produksi hingga pascapanen.
"Bantuan penyaluran pertanian itu guna meningkatkan hasil produksi panen dan mendorong kesejahteraan petani," kata lelaki Alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. (Ant/E-4)
BADAN Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya memastikan pasokan beras ibu kota dalam kondisi aman.
Swasembada yang berhasil diraih Indonesia saat ini merupakan strategi yang sejak awal dirancanG oleh para pendahulu mulai dari Presiden Soekarno hingga saat ini Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai dampak fenomena El Nino terhadap sektor di luar pertanian relatif terbatas.
Ketegangan geopolitik global yang dipicu konflik di Timur Tengah terus mempertebal kekhawatiran dunia terhadap stabilitas pangan.
Kementerian Pertanian menyebutkan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog stabil, saat ini mencapai 4,5 juta ton.
Perum Bulog mencatat realisasi serapan beras yang signifikan pada awal tahun ini. Hingga 5 April 2026, total beras yang berhasil diserap telah mencapai 1,7 juta ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved