Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, meninjau langsung kesiapan lahan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Jumat (19/12).
Peninjauan yang dilakukan di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjung, Kecamatan Batipuh ini bertujuan memastikan masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak sebelum Hunian Tetap (Huntap) selesai dibangun.
Dalam kunjungan tersebut, Letjen TNI Suharyanto menegaskan komitmen pemerintah dalam mendampingi warga yang kehilangan tempat tinggal atau rumahnya berada di zona merah (risiko tinggi). Selama masa transisi di Huntara, pemerintah akan menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH).
"Bagi pengungsi yang menempati Huntara, selain fasilitas yang dilengkapi, pemerintah akan memberikan bantuan biaya sebesar Rp600 ribu per rumah per bulan. Bantuan ini disalurkan sampai pembangunan Huntap selesai," ujar Suharyanto.
Terkait skema perbaikan rumah secara mandiri, Kepala BNPB merinci besaran stimulan bantuan sebagai berikut, rusak berat akan dibangunkan Hunian Tetap (Huntap) oleh pemerintah di lokasi relokasi yang aman. Rusak sedang mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp30 juta. Sementara rusak ringan mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp15 juta. Bantuan untuk kerusakan sedang dan ringan akan disalurkan dalam dua tahap.
Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menyambut baik dukungan penuh dari pemerintah pusat. Ia menjelaskan bahwa lokasi di Jorong Padang Kunyik merupakan salah satu titik prioritas yang akan menampung puluhan keluarga terdampak.
"Kepala BNPB memastikan kesiapan teknis kita. Khusus di Jorong Padang Kunyik ini, akan dibangun sebanyak 23 unit Huntara. Namun, secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah mengusulkan kebutuhan sebanyak 554 unit Huntara sesuai persyaratan yang ada," ungkap Ahmad Fadly.
Pemerintah Kabupaten terus berkoordinasi intensif dengan BNPB agar usulan tersebut segera terealisasi. "Kami ingin memastikan masyarakat korban bencana bisa segera berdomisili di tempat yang aman. Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten akan terus hadir untuk rakyat," tambahnya.
Usai meninjau lokasi pembangunan, Kepala BNPB bersama Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian melakukan audiensi dan temu ramah dengan para pengungsi untuk mendengarkan langsung aspirasi serta keluhan warga di masa pemulihan pascabencana ini. (YH/P-5)
BNPB mengungkap bahwa banjir yang melanda Surakarta dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dipicu oleh intensitas hujan tinggi sebagai dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 92S.
Agus mengingatkan pengalaman 2023 ketika banyak tempat pembuangan akhir sampah ikut terbakar dan menimbulkan masalah serius.
Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memastikan perempuan sebagai penerima manfaat sekaligus pelaku utama dalam pembangunan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus meningkat.
Rusak ringan dan sedang akan diperbaiki, sedangkan yang rusak berat, diganti dengan pembangunan baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved