Banjir Solo dan Bandung Dipicu Dampak Bibit Siklon Tropis 92S

Andhika Prasetyo
16/4/2026 05:33
Banjir Solo dan Bandung Dipicu Dampak Bibit Siklon Tropis 92S
ilustrasi(Antara)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap bahwa banjir yang melanda Surakarta dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dipicu oleh intensitas hujan tinggi sebagai dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 92S. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa meskipun posisi bibit siklon berada di barat daya Sumatera dan mulai menjauhi wilayah Indonesia, efeknya masih memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

“Masyarakat diimbau tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan,” ujarnya di Jakarta.

Banjir Surakarta

BNPB mencatat banjir di Surakarta terjadi pada Selasa (14/4) malam setelah hujan deras mengguyur kawasan Solo Raya. Hingga Rabu (15/4), sebanyak 1.083 kepala keluarga terdampak di 12 kelurahan, termasuk Pajang, Kedung Lumbu, dan Tipes. Selain genangan, banjir juga memicu longsor talud di Kelurahan Pajang. Sejumlah warga sempat mengungsi ke fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan balai warga.

Di Surakarta, petugas gabungan telah menyalurkan bantuan logistik seperti matras dan sembako serta mendirikan dapur umum. Sementara di Kabupaten Bandung, petugas bersama warga masih melakukan asesmen dan pembersihan lumpur secara gotong royong.

Banjir Bandung

Di Kabupaten Bandung, banjir dipicu hujan lebat serta jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah. Dua kecamatan terdampak adalah Majalaya dan Bojongsoang. Data sementara mencatat 95 kepala keluarga atau sekitar 250 jiwa terdampak. Kondisi di Majalaya telah surut, sementara di Bojongsoang tinggi muka air masih berkisar antara 10 hingga 150 sentimeter.

Wilayah terdampak di Bandung saat ini masih berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi.

BNPB juga mengingatkan, berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah mulai dari Sumatera bagian tengah, Lampung, Banten, hingga Jawa, termasuk Jakarta dan Jawa Tengah, perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan dalam beberapa hari ke depan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya