Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA buruk yakni hujan badai, gelombang tinggi hingga 2,5 meter, air laut pasang (rob) mencapai 1,1 meter berlangsung di perairan utara Jawa Tengah, ribuan nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah kembali berhentikan melaut.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (7/12) ribuan kapal nelayan bersandar memenuhi sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai di daerah Pantura Jawa Tengah, sejak malam para nelayan bsok menggunakan kapal berukuran kecil hingga besar memilih berhenti melaut karena kondisi cuaca buruk di perairan utara Jawa Tengah.
Demikian juga ratusan kapal layar motor (phinisi) yang biasa melayani pengiriman barang antar pulau Semarang-Kalimantan juga berhenti berlayar dan disandarkan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta penyeberangan antar pulau Jepara-Karimunjawa serta tongkang sudah mulai bersiap untuk menghentikan operasional akibat hujan badai dan gelombang tinggi.
Sementara itu ribuan warga di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati kembali menghadapi banjir dengan ketinggian bervariasi 30-100 centimeter akibat air laut pasang (rob) yang semakin meningkat dengan ketinggian 1,1 meter.
"Sejak kemarin tidak berani melaut karena gelombang tinggi dan hujan badai, kami takut terjadi musibah akibat cuaca buruk di Laut Jawa ini," kata Zulkifli,45, nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara, Kota Pekalongan.
Hal serupa juga diungkapkan Akhadun,50, nelayan di Wedung, Kabupaten Demak bahwa akibat cuaca buruk di perairan utara ribuan nelayan menghentikan aktivita melaut, bahkan tidak hanya di Demak, tetapi nelayan lain di Jepara dan Pati juga tidak berani melaut dalam kondisi seperti ini.
Tidak jauh berbeda nahkoda kapal layar motor (KLM) Toni,55, di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mengaku untuk sementara menghentikan pelayaran untuk melayani angkutan barang Semarang-Kalimantan, karena kondisi cuaca buruk di perairan Laut Jawa ini, karena khawatir terjadi kecelakaan laut. "Sudah siap berangkat dan barang sudah naik kapal, tapi mendapat pemberitahuan dari BMKG kondisi perairan buruk," imbuhnya.
Sementara itu di Pelabuhan Jepara sejumlah kendaraan mengangkut sembako juga memilih untuk berbalik keluar pelabuhan dan ratusan warga hendak menyeberang ke Karimunjawa jugaadih menunggu kepastian, karena gelombang tinggi dan cuaca buruk terjadi di perairan tersebut.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Sediyanto secara terpisah membenarkan kondisi cuaca buruk terjadi di perairan utara Jawa Tengah, bahkan diperkirakan hal ini akan berlangsung hingga Selasa (9/12) depan.
Berdasarkan pemantauan dinamika cuaca di perairan utara Jawa Tengah, ungkap Sediyanto, selain menghadapi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir, ketinggian gelombang di sejumlah perairan tersebut mencapai 1,25-2,5 meter, sehingga cukup membahayakan aktivitas pelayaran.
"Diminta warga beraktivitas di perairan utara seperti Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa, Pati-Rembang untuk waspada terhadap gelombang tinggi yang disertai hujan badai ini," ujar Sediyanto.
Akibat kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi, menurut Sediyanto, sangat berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang, penyeberangan antar pulau maupun kapal barang dan penumpang, terutama sast kecepatan angin diatas 15 knot. "Saat ini kondisi cuaca paling ekstrem terjadi di Kepulauan Karimunjawa," tambahnya.
Selain kondisi cuaca buruk, lanjut Sediyanto, air laut pasang (rob) di perairan utara berlangsung pada pukul 22.00-24.00 WIB, juga meningkat hingga ketinggian 1,1 meter, sehingga diminta warga di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah untuk waspada terhadap bencana banjir rob dengan ketinggian bervariasi.
"Banjir tobbini mengakibat aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam terganggu," ku ata Sediyanto. (H-2)
Sejumlah nelayan menarik jaring untuk diperbaiki saat tidak melaut di Dermaga Pelabuhan Ikan Muncar, Banyuwangi.
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Indonesia pada 11-14 April 2026. Simak wilayah terdampak dan imbauannya.
Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di perairan utara Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, serta Laut Maluku.
DALAM empat hari ke depan, potensi gelombang tinggi diperkirakan melanda di sejumlah perairan laut Bali, mulai dari Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung hingga Selat Lombok bagian Selatan.
KUNJUNGAN wisatawan ke kawasan pesisir pantai Palabuhanratu dan sekitarnya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meningkat cukup drastis selama libur Lebaran 2026/ Idulfitri 1447 Hijriah.
BMKG rilis peringatan gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Indonesia 19-22 Maret 2026. Cek daftar wilayah dan imbauan keselamatan pelayarannya.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah Jakarta akan diguyur hujan pada Rabu sore. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan dan luapan air.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprakirakan Jakarta akan diguyur hujan ringan pada Selasa (28/4). Simak rincian cuaca, suhu, dan kecepatan angin selengkapnya di sini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah DKI Jakarta pada Senin, 27 April 2026.
PPIH Arab Saudi mengintensifkan edukasi dan distribusi APD bagi jemaah haji Indonesia di Madinah guna mengantisipasi cuaca panas ekstrem 35 derajat Celsius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved