Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG bulan suci Ramadhan, harga cabai rawit di pasar Kite Sungailat Bangka, Provinsi Bangka Belitung, melejit hingga Rp120 ribu per kilogram dan cabai merah keriting Rp90 ribu per kg.
Menurut Rahmad salah satu pedagang sebelumnya harga cabai rawit dijual Rp80 ribu per kg, kini dijual Rp120 ribu per kg, sedangkan cabai besar kriting dari harga Rp70 ribu per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
"Kalau untuk eceran kita jual Rp12 ribu per ons atau sekitar Rp120 ribu per kilo," kata Rahmad, Kamis (22/2).
Baca juga : Harga Beras di Padang Panjang Masih Stabil Jelang Ramadan
Sementara, Pj Bupati Bangka Muhammad Haris membenarkan jelang puasa ini, harga cabai mengalami kenaikan.
"Jelang puasa ini sudah ada bahan pokok kita yang naik terutama cabai rawit dan cabai besar keriting," kata Pj Bupati.
Ia mengaku kenaikan harga cabai ini kemungkinan kurangnya pasokan dan banyak petani yang belum panen.
Pemerintah menurut dia terus berupaya menekan kenaikan harga cabai ini dengan gerakan menanam cabai.
"nanti kami akan ke kecamatan kecamatan yang pasok cabai ke pasar pasar."ungkapnya.(Z-4)
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
DINAMIKA harga pangan di Sumatra Utara menunjukkan tren yang kontradiktif memasuki pekan keempat April 2026.
HARGA cabai merah di kawasan Provinsi Aceh sejak tiga hari terakhir menurun drastis.
SEJUMLAH komoditas cabai di Kota Padang Panjang mengalami penurunan harga yang cukup signifikan pada minggu kedua April 2026.
Komoditas cabai besar dan cabai keriting, harga pada hari libur akhir pekan ini juga turun dari Rp60.000-Rp65.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Kepala UPTD Pasar Muka, Asep Hermawan, mengatakan turunnya harga komoditas cabai rawit dimungkinkan karena mulai berkurangnya permintaan.
Cabai rawit dikenal dengan tingkat kepedasan yang tinggi karena mengandung zat aktif bernama capsaicin.
Selain itu, kenaikan harga komoditas cabai rawit dan sayuran hijau disebabkan oleh terbatasnya pasokan sebagai dampak dari cuaca ekstrem.
BPS mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 0,64 persen (mtm). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya cabai rawit dan daging ayam, menjadi penyumbang terbesar.
Cabai ini termasuk dalam keluarga tanaman Solanaceae, dan banyak digunakan sebagai bumbu masakan di berbagai negara, terutama di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Kendati sudah mengalami penurunan, konsumen masih menganggap harga tersebut masih terbilang mahal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved