Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Djohan, dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) kenalkan kebaikan Sawit di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.
Sawit Baik dikenalkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis dengan tema Membangun UMKM Berdaya Saing dengan Memanfaatkan Kebaikan Kelapa Sawit dan Optimalisasi Teknologi Digital yang digelar Minggu (12/3)
Pada kegiatan yang digelar di Hotel Grand Landak, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat hadir sebagai pembicara kunci atau keynote speaker adalah Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Djohan. Juga hadir secara virtual Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah.
Narasumber lainnya adalah Ketua Harian ASPEKPIR yang juga Ketua Pembina Kebun Edukasi Petani Sawit Milenial Kalbar Juwita Jayandi dan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Landak Yulianus Edo.
Pada kesempatan tersebut, Daniel mengatakan Komisi IV DPR RI memiliki konsern agar program peremajaan sawit rakyat (PSR) dapat berjalan lancar. "Kami sudah sampaikan kepada BPDPKS agar perubahan-perubahan tidak sering terjadi, khususya terhadap persyaratan pengajuan PSR," katanya.
Hal itu, katanya, dilakukan agar pengajuan program PSR yang sudah berjalan, dapat memberikan kepastian kepada petani. "Itu penting untuk memberikan kepastian kepada petani," katanya.
Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah dalam paparannya menjelaskan jika BPDPKS memiliki peran untuk menghimpun, mengelola dan menyalurkan dana yang berasal dari pungutan ekspor produk kelapa sawit Indonesia.
BPDPKS, katanya, akan terus mendorong pengembangan produk-produk kelapa sawit berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat. Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Landak Yulianus Edo menjelaskan program PSR ini sebenarnya untuk menggantikan tanaman berusia tua dan dapat diajukan oleh pekebun melalui kelembagaan seperti kelompok tani (Poktan) atau koperasi. "Total luas lahannya minimal 50 hektare dengan jumlah anggota minimal 25 orang," katanya.
Ketua Harian Aspekpir Juwita Yandi menjelaskan dampak positif pola pengembangan PIR kelapa sawit antara lain mampu membuka isolasi wilayah, membangun ekonomi daerah, pengurangan kemiskinan, membuka lapangan pekerjaan, membangun daerah pelosok, terbelakang dan tertinggal dan berdampak luas bagi sosial dan ekonomi lainnya.
Aspekpir, katanya, adalah mitra strategis pemerintah di lapangan ini akan secepatnya menghadirkan lembaga ini di Kabupaten Landak sehingga bisa menyuarakan kebutuhan petani sawit di Landak. "landak ini adalah daerah perintis kelapa sawit di Kalimantan Barat, daerah tua melalui proyek NES. Aspekpir siap mendampingi sesuai kemampuan yang dimiliki," katanya. (RO/M-3)
Dengan mengelola lebih dari 40 persen total luas perkebunan sawit nasional, petani tidak lagi cukup hanya berperan sebagai produsen bahan baku. Mereka perlu didorong untuk naik kelas.
Industri kelapa sawit turut memberikan multiplier effect positif terhadap perekonomian daerah serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat.
Implementasi program tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan pendidikan teknis serta dukungan terhadap penelitian dan pemberian beasiswa di bidang kelapa sawit.
Lebih dari empat dekade sejak introduksi serangga penyerbuk pertama pada 1982, industri kelapa sawit Indonesia kembali memasuki babak baru melalui penguatan inovasi berbasis sains.
Penyebab karamnya KM Berkah Utama II diduga akibat kelebihan muatan. Saat berlayar, KM Berkah Utama II dilaporkan memuat sekitar 40 ton tanda buah segar (TBS).
Presiden Prabowo Subianto umumkan investasi besar untuk pembangunan kilang pengolahan avtur dari kelapa sawit dan minyak jelantah demi swasembada energi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved