Sarat Muatan Kelapa Sawit, KM Berkah Utama Karam di Pesisir Timur Jambi, 3 ABK Hilang

Solmi
09/4/2026 20:12
Sarat Muatan Kelapa Sawit, KM Berkah Utama Karam di Pesisir Timur Jambi, 3 ABK Hilang
Tim SAR menggunakan kapal cepat Basarnas Jambi melakukan pencarian terhadap tiga ABK KM Berkah Utama II yang karam di perairan Simbur Naik, Sabak Timur, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi, Kamis (9/4).(Dok Tim SAR)

SARAT muatan kelapa sawit KM Berkah Utama II karam di perairan umum  sekitar Desa Simbur Naik, Kecamatan  Sabak Timur, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi, Kamis (9/4). Tiga anak buah kapal (ABK) nahas tersebut dilaporkan hilang, dan masih dalam pencarian.

Berdasarkan informasi dari Kanit Gakum Polairud Polres Sabak Aiptu Nasution, kapal sarat muatan kelapa sawit tersebut dalam perjalanan dari Desa Air Hitam menuju Muara Sabak. Kapal nahas diperkirakan karam Kamis pagi, sekitar pukul 07.20 WIB

Kantor Basarnas Jambi merilis, penyebab karamnya KM Berkah Utama II diduga akibat kelebihan muatan. Saat berlayar di peraiaran di pesisir timur Jambi Kamis, KM Berkah Utama II dilaporkan memuat sekitar 40 ton tanda buah segar (TBS).

Sementara tiga ABK yang hilang tercatat atas nama M Lawi, 36 tahun, Umardi, 20 tahun dan Fajar, 18 tahun, Ketiganya berasal dari Desa Air Hitam, Kecamatan Berbak, Tanjungjabung Timur.

Merespons kecelakaan air tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi langsung mengerahkan unit Siaga SAR Tanjung Jabung Timur bersama kru kapal cepat RBB (Rigid Buoyancy Boat) 01. Berkekuatan 10 personel Kamis siang bergerak ke lokasi koordinat kapal karam.

"Tim diperkirakan menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam dari pelabuhan sandar RBB 01 Jambi untuk mencapai titik lokasi kejadian," ungkap Kepala Kantor SAR Jambi Adah Sudarsa, Kamis petang. Selain tim Basarnas, pencarian melibatkan Polairud Polda Jambi, Posmat AL Nipah Pajang dan sejumlah nelayan anggota Asosiasi Nelayan Tanjung Jabung.

Untuk memaksimalkan pencarian di tengah kondisi cuaca yang terpantau berawan, tim gabungan menggunakan berbagai alutsista modern, termasuk Drone Thermal untuk memantau suhu panas tubuh dari udara, Kapal RBB milik Basarnas, Kapal Patroli Polair, serta peralatan evakuasi medis lengkap.

Hingga saat ini, tim SAR masih berupaya melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian guna menemukan ketiga korban yang hilang.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya