Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RASA penat dan membosankan berubah menjadi aman dan nyaman ketika melintas di Jalan Tol Gempol-Pandaan dan Jalan Tol Pandaan-Malang. Puluhan kilometer aspal yang membentang seolah tak ingin disudahi karena suguhan alam sepanjang mata memandang hasil dari apiknya pengelolaan dua ruas tol tersebut.
Setidaknya itu yang dirasakan Astrid, 27, warga Gresik, Jawa Timur setiap melakukan perjalanan ke Kota Malang. Ia mengaku selalu memanfaatkan Jalan Tol Gempol-Pandaan dan Jalan Tol Pandaan-Malang untuk sampai ke Kota Apel.
Tak ada rasa penat, kata Astrid, ketika melintasi jalan tol sepanjang 51,48 km (Gempol-Pandaan 13 km - Pandaan-Malang 51,48 km) itu. Sebab, nuansa hijau dan asri sejauh mata memandang meninggalkan kesan tersendiri baginya.
Setidaknya pengendara yang melintas di jalur itu dapat melihat keindahan tiga gunung yang melintang, yakni Gunung Arjuno, Gunung Welirang, dan Gunung Penanggungan.
Suguhan alam di sepanjang jalan tol itu tak hanya dapat dinikmati pada siang hari. Bila pengendara melintasi jalan tol tersebut di malam hari, kerlip lampu-lampu di Kota Malang dan Kota Batu menemani pandangan.
"Kalau malam, kerlap kerlip ribuan lampu warga dataran tinggi di Malang dan Batu sangat terlihat jelas ketika kita melintas di tol ini. Belum lagi hawanya yang sejuk dan dingin," ujar Astrid kepada Media Indonesia, Jumat (24/2).
Pengalaman menyenangkan itu kadang membuat Astrid enggan untuk segera menyudahi perjalanan ketika melintas di jalan tol Pandaan-Malang. Sebab, ada sejumlah titik tempat beristirahat (rest area) yang tak membosankan untuk disinggahi.
"Sering kali sengaja mampir ke rest area untuk menyeruput kopi sembari menikmati suasana pinggiran tol yang dingin, sejuk, dan nyaman, sekaligus memandangi pemandangan kota Malang dan Batu dari jauh," tutur Astrid.
Panorama yang tersuguhkan selama melintas di Jalan Tol Gempol-Pandaan dan Pandaan-Malang menjadi daya tarik tersendiri. Dua ruas tol itu dikelola oleh dua anak usaha PT Jasa Marga (Persero), yakni, PT Jasamarga Pandaan Tol dan PT Jasamarga Pandaan Malang.
Pengelolaan yang dilakukan oleh dua anak usaha Jasa Marga itu terbukti cukup baik. Pada 2020, misalnya, dua ruas tol tersebut mendapatkan sertifikasi Green Toll Road dari Green Infrastructure and Facilities Indonesia, sub divisi Green Product Council Indonesia (GPCI).
Jalan Tol Gempol-Pandaan mendapat sertifikasi Green Toll Road predikat silver dan Jalan Tol Pandaan-Malang mendapat sertifikasi Green Toll Road predikat Gold. Teranyar, pada 2022, Jasa Marga kembali berhasil mengantongi sertifikasi Green Toll Road untuk Jalan Tol Bali-Mandara dengan predikat Gold yang dikelola oleh PT Jasamarga Bali Tol.
Jalan Tol Bali-Mandara pada 2022 juga mendapatkan penghargaan Jalan Tol Berkelanjutan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada kategori Jalan Tol Layang (Elevated).
Yogi,28, pekerja swasta yang sejak tahun lalu bekerja di Pulau Dewata mengaku kerap melintasi Jalan Tol Bali-Mandara. Pria asal Bekasi itu mengatakan pengelolaan jalan tol sepanjang 12,7 km itu cukup baik bagi pengendara.
Jalan mulus tanpa gelombang menjadi nilai tambah yang menurutnya layak diacungi jempol. Belum lagi di sepanjang jalan bebas hambatan itu, pengendara dapat menikmati pemandangan apik di sisi jalan.
"Pemandangannya keren, kalau lewat sana, kita bisa lihat sunset, laut, rimbunnya mangrove. Dibanding sama tol lain yang pernah saya akses, ini jauh lebih bagus," ujarnya.
Jalan Tol Berkelanjutan
Jalan tol berkelanjutan merupakan bagian dari pelayanan Jasa Marga kepada pengguna untuk memberikan rasa aman dan nyaman dalam berkendara. Pada 2020, Jalan Tol Jagorawi dan Jalan Tol Semarang-Solo kelolaan Jasa Marga meraih penghargaan atas pemenuhan Roadmap Jalan Tol Berkelanjutan yang diinisiasi oleh Kementerian PUPR.
Prinsip berkelanjutan yang dianut perusahaan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dilakukan melalui Road Safety/Safety Drving Program dan Green Toll Road.
Adapun sertifikasi Green Toll Road yang diberikan ke tiga jalan tol kelolaan Jasa Marga karena dianggap memenuhi enam indikator. Pertama, kerja sama kewilayahan yang meliputi kegiatan sosial (CSR) dan kemanfaatan pembangunan jalan tol pemberdayaan masyarakat di sekitar jalan tol.
Dengan upaya pemenuhan kriteria dalam sertifikasi Green Toll Road, maka Jasa Marga juga berparitisipasi dan berperan dalam pelaksanaan pemenuhan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sutainable Development Goal's) di bidang infrastruktur.
Indikator kedua ialah konstruksi yang terkait dengan penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH), adanya lalu lintas kendaraan dan oranh di sekitar jalan tol, serta adanya dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan konstruksi dari kontrakror.
Ketiga, berkaitan dengan material, di mana penggunaan material tidak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Keempat, efisiensi energi dan air seperti penggunaan konsumsi energi listrik untuk lampu penerangan jalan dan gerbang tol serta penggunaan air.
Indikator kelima ialah lingkungan, yakni berkaitan dengan pemenuhan kebersihan, tanaman dan rumput kawasan jalan tol dan tempat istirahat dan pelayanan. Keenam, indikator akses, kelayakan dan pelayanan seperti yang ditetapkan oleh Kementerian PUPR yang meliputi standar pelayanan minimal jalan tol, standar tempat istirahat, dan pelayanan pada jalan tol.
Sertifikasi Green Toll Road yang didapat Jasa Marga turut mengukuhkan komitmen perusahaan untuk menerapkan keberlanjutan dalam menjalankan bisnisnya. "Jasa Marga merupakan perusahaan pengembang dan operator jalan tol pertama yang melakukan inovasi yang mengedepankan standarisasi untuk jalan tol ramah lingkungan ini," terang Risk, Quality, Health, Safety & Environment Group Head Jasa Marga Devi Lusyana.
Karenanya, lanjut Devi, pencapaian tersebut akan didorong untuk diimplementasikan di ruas-ruas jalan tol kelolaan perseroan lainnya. Tujuannya agar Jasa Marga dapat terus memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dengan mengedepankan aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano mengatakan, Jasa Marga memiliki visi menjadi perusahaan jalan tol nasional terbesar, terpercaya, dan berkesinambungan. Itu diharapkan dapat menjadi contoh bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lain dalam menghadirkan jalan tol yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
"Jasa Marga sebagai pemimpin industri jalan tol secara bertahap dan berkelanjutan menerapkan konsep pembangunan jalan tol yang tidak hanya menekankan aspek operasional, namun juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi sekitar wilayah jalan tol," kata Reza. (OL-8)
Ditlantas Polda Jateng siapkan one way lokal hingga GT Kalikangkung saat puncak arus balik, menyesuaikan kepadatan.
Korlantas Polri mulai menerapkan rekayasa satu arah di Tol Trans Jawa arah Jakarta mulai dari KM 263 ruas Tol Pejagan-Pemalang hingga KM 70 ruas Tol Jakarta-Cikampek.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat 101.774 kendaraan meninggalkan Semarang melalui Gerbang Tol Kalikangkung naik 112,03 persen.
Arus balik Lebaran 2026 diprediksi meningkat. Jasa Marga proyeksikan 285 ribu kendaraan ke Jakarta, pemerintah imbau atur waktu perjalanan.
Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah di Tol Trans-Jawa mulai dari KM 263 Tol Brebes Barat hingga KM 70 Gerbang Tol Cikatama.
Menhub Dudy Purwagandhi resmi membuka One Way Nasional dari GT Cikampek Utama KM 70 hingga GT Kalikangkung KM 414 hari ini, Rabu (18/3). Cek detailnya!
Ia menilai Kemendagri sebagai lembaga pembina pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Pemda setempat yang memiliki perlintasan sebidang.
PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) melaporkan progres fisik Flyover Sitinjau Lauik I mencapai 16,4% pada April 2026. Simak detail konstruksi dan lahannya.
Pemprov Jakarta klaim 97% jalan dalam kondisi mantap pada 2025. Simak data lengkap capaian infrastruktur dan pembangunan terbaru di Jakarta.
Pelaku industri jasa konstruksi mendesak pemerintah segera merumuskan kebijakan strategis untuk meredam tekanan akibat gejolak geopolitik global, terutama dampak konflik Timur Tengah.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat proyek revitalisasi infrastruktur di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.
Pembenahan sistem drainase permanen ini difokuskan pada ruas jalan kota, provinsi, hingga jalan protokol.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved