Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG mahasiswa perguruan tinggi Jakarta yang tinggal di Jalan BBG, Karanganyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, berinisial MF, tewas setelah sebelumnya ikut menenggak minuman keras tanpa merek.
Kejadian itu dibenarkan Kapolresta Sleman AKB Ahmad Imam Rifa'i, Kamis (24/11). Ia menjelaskan, sebelum meninggal korban bersama teman-temannya menenggak miras di sebuah rumah indekos yang ditinggali berinisial Joe di Pogung Kidul, Mlati, Sleman.
Miras yang dikonsumsi ini disediakan oleh Joe sebagai tuan rumah pada Senin (21/11) malam. Kemudian sekitar pukul 00.30 WIB Selasa (22/11) dinihari, korban mengeluhkan sakit perut, mual, sempoyongan, dan kesakitan.
"Malam itu juga korban dibawa ke RS Panti Nugroho untuk mendapat perawatan medis. Namun, kondisinya tidak juga membaik, hingga akhirnya pada pukul 14.15 WIB, dinyatakan meninggal dunia," katanya.
Baca juga: Bechi Dihukum Lebih Ringan dari Tuntutan, Jaksa Ajukan Banding
Selain MF, ada 3 korban lainnya yang masih dalam perawatan di rumah sakit yang sama, yakni TF, mahasiswa, warga Kemandoran VII, Grogol Utara, Kebayoran Lama, yang mengeluhkan mual dan muntah-muntah. AC, mahasiswa warga Cibitung, Bekasi, juga mengeluhkan yang sama.
Sedangkan AP, mahasiswa warga Jalan Kramat Sawah, Senen, Jakarta Pusat, mendapat rawat jalan setelah mengeluhkan muntah dan panas badan.
Menurut Kapolres, masih ada satu orang lagi berinisial GEM, yang dirawat di RSA UGM.
Dari pemeriksaan polisi, mereka datang ke Yogyakarta dalam rangka kegiatan organisasi kemahasiswaan.
Hasil pemeriksaan sementara, miras yang dikonsumsi disediakan oleh Joe dengan kemasan botol plastik dengan tutup warna hitam tanpa merek.
"Keseluruhannya yang dikonsumsi ada 6 botol. Sedangkan yang ikut pesta miras sebanyak 8 orang," katanya.
Hasil penyelidikan sementara, polisi menetapkan 4 orang terduga yang memproduksi dan menjual miras tanpa izin yang menewaskan satu orang tersebut. (OL-16)
NEXT Hotel Yogyakarta luncurkan menu praktis seperti Bowl Goals, Coffee & Croissant, dan Kopi Bolang mulai Rp25 ribu. Cocok untuk gaya hidup modern.
Sepanjang 2025, Pengadilan Agama Sleman mengabulkan 112 dispensasi nikah akibat kehamilan di luar nikah dan pergaulan bebas. Sleman perkuat intervensi pencegahan pernikahan usia dini.
BUPATI Sleman Harda Kiswaya menegaskan, saat ini Pemkab Sleman tidak menyelenggarakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah setiap hari Jumat.
PEMUDIK yang akan menuju Daerah Istimewa Yogyakarta, terutama Kabupaten Sleman, dapat menggunakan jalur bebas hambatan setelah Tol Jogja-Solo segmen Prambanan-Purwomartani
Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum, Dhahana Putra, menanggapi polemik kasus salah tangkap yang menimpa Hogi Minaya di Sleman.
Meski menyampaikan permohonan maaf, Kapolres Sleman menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya bekerja secara profesional sejak awal penanganan perkara.
DIY tetap menjadi magnet wisatawan selama libur panjang lebaran. DIY, dinilainya mampu menawarkan wisata alternatif yang dapat dijangkau wisatawan.
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat melakukan mitigasi mandiri.
GEMPA Pacitan berkekuatan 6,2 magnitude menyebabkan 40 orang dirawat di Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY. Sedangkan, 15 orang korban luka dilaporkan di Bantul.
KEJAKSAAN Negeri Sleman memfasilitasi mediasi antara Yogi Minaya yang menjadi tersangka akibat membela diri saat dijambret sehingga menyebabkan dua orang penjambret tewas
AKSI menolak Pilkada tak langsung yang mana pemilihan lewat DPRD digelar oleh BEM Nusantara DIY di Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved