Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA ruas jalan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dipersiapkan menjadi jalur alternatif bagi para pemudik pada Idul Fitri 1443 Hijriah. Kondisi infrastrukturnya terus ditingkatkan sehingga bisa nyaman dilalui para pemudik.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto, menjelaskan ada beberapa titik yang akan menjadi jalur alternatif saat arus mudik Lebaran. Misalnya ruas jalan KH Saleh (Pasar Beas) hingga ke Tungturunan di Kecamatan Sukaluyu yang dipersiapkan sebagai jalur alternatif ke arah Bandung.
"Pasti, kita sudah siapkan jalur alternatif ini. Sedangkan jalur alternatif menuju ke kawasan Puncak, itu dari arah Cikalongkulon atau tepatnya di Desa Cinangsi kemudian masuk ke Mariwati, Kawungluwuk, Kota Bunga, sampai ke Hanjawar," terang Aris kepada Media Indonesia, Jumat (15/4).
Aris menuturkan kesiapan jalur alternatif dibarengi juga dengan kemantapan kondisi ruas-ruas jalan yang akan dilalui kendaraan. Sejauh ini kondisi jalannya sudah cukup bagus. "Jika di ruas jalur utama padat, para pemudik bisa menggunakan jalan alternatif. Insya Allah kondisinya aman," tegasnya.
Menghadapi kesiapan arus mudik Lebaran, kata Aris, sudah mulai dibahas secara lintas sektoral. Terutama upaya-upaya antisipasi terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di daerah rawan. "Ada beberapa titik yang kami identifikasi rawan kemacetan dan kecelakaan menghadapi arus mudik Lebaran," kata Aris.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan Wilayah V Sukaluyu, Endang Kurnia, mengatakan pemeliharaan jalan dan drainase terus digiatkan menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini. Terlebih, beberapa titik ruas jalan di Wilayah V Sukaluyu merupakan jalur alternatif saat terjadi kepadatan di ruas jalan utama.
"Kami terus lakukan pemeliharaan rutin ruas-ruas jalan yang berlubang, termasuk memperbaiki drainase. Apalagi sekarang mendekati arus mudik Idul Fitri, kami ingin memberikan kenyamanan kepada para pengguna jalan," kata Endang, Jumat (15/4).
Jalur alternatif di UPTD Pemeliharaan Jalan Wilayah V Sukaluyu itu diantaranya ruas Lingkar Bojong-Rawabango, Jalan Pramuka, serta ruas Sindanglaka-Warungdanas. Di ruas-ruas jalan tersebut sudah tak ditemukan lagi yang kondisinya berlubang. "Dari sekarang kami menyicil melakukan pemeliharaan supaya tidak terjadi kerusakan ruas jalan yang parah," pungkasnya. (OL-15)
Pada Sabtu (4/4), tercatat jumlah penumpang datang sebanyak 5.199 orang dan penumpang berangkat 3.169 orang.
Hingga 30 Maret 2026, total penumpang arus balik periode 23 Maret hingga 6 April 2026 telah mencapai 277.549 orang.
DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat melaporkan adanya penurunan signifikan dalam jumlah kecelakaan lalu lintas selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Pada arus balik Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 18.753 penumpang tiba di Stasiun Pasar Senen pada Minggu sore (29/3).
Volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada H+7 Idulfitri 1447H/2026 atau Sabtu, 28 Maret 2026 mencapai 212.138 kendaraan.
Direktur Utama Pelni Tri Andayani atau akrab disapa Anda menyampaikan per 29 Maret 2026, penjualan tiket untuk periode arus balik yaitu 23 Maret hingga 6 April 2026 telah mencapai 268.746 tiket.
Jakarta berhasil keluar dari narasi konvensional Lebaran yang selama ini hanya identik dengan arus keluar menuju daerah.
Program “Mudik ke Jakarta” mencatat perputaran ekonomi hingga Rp21 triliun. Pengamat menilai program ini efektif mendorong pariwisata dan UMKM saat Lebaran.
Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Lapangan Banteng selama Lebaran Betawi 2026, 10-12 April. Simak rute alternatifnya di sini.
Simak panduan ahli untuk memulihkan kondisi fisik dan finansial pascalibur Lebaran, mulai dari deteksi dini kesehatan hingga alokasi ideal arus kas.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved