Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Natal dan Tahun Baru, kebutuhan bahan pokok meningkat. Seiring hal itu pula berpengaruh terhadap harga bahan pokok di tengah masyarakat.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatra Selatan dan Bangka Belitung mengklaim stok kebutuhan pokok di Sumsel tetap aman di momen Natal dan Tahun Baru. Bahkan stok kebutuhan pokok ini diklaim aman hingga enam bulan mendatang.
Hal ini dikarenakan adanya panen di beberapa daerah di Sumsel. "Saat ini stok beras di bulog ada sebanyak 29 ribu ton," kata Kepala Bulog Divre Sumsel, Eko Hari Kuncahyo, Kamis (23/12).
Ia mengatakan, pada awal 2022 mendatang pihak bulog akan menyerahkan aturan terkait dengan pembatasan distribusi beras ke setiap daerah guna menjaga stok agar tetap ada. Selain beras, Bulog Sumsel Babel ini juga memastikan kebutuhan pangan pokok lain seperti gula, tepung terigu dan daging beku tetap dalam kondisi cukup. Untuk komoditi gula pasir, di Bulog sendiri masih ada sebanyak 192 ton, terigu sekitar 25 ton.
"Dalam perayaan Nataru biasanya yang paling banyak diburu itu daging beku. Saat ini stoknya juga masih terbilang cukup hingga awal 2022 yakni sebanyak 29 ton dan akan ditambah lagi 50 ton," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Ahmad Rizali menyebutkan saat ini pihaknya telah memastikan jumlah beras di pasar masih cukup dengan harga yang terbilang relatif murah dan stabil diangka Rp13 ribu untuk premium.
"Kami selalu memantau dan memastikan stok pangan di Sumsel aman. Begitupun harganya, tetap harus stabil. Karenanya kami memaksimalkan operasi pasar di sejumlah pasar tradisional di Sumsel," ucapnya.
Sedangkan, untuk kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan diantaranya, telur ayam, cabe merah keriting dan cabe rawit hijau. Saat ini, harga telur ayam negeri naik dari Rp24.500 per kilogram menjadi Rp25.000 per kilogram, cabe merah keriting dari Rp55.000 per kilogram menjadi Rp56.500 per kilogram, dan cabe rawit hijau dari Rp54.500 per kilogram menjadi Rp60.000 per kilogram. (OL-15)
Bapanas memastikan kondisi ketersediaan stok pangan pokok nasional 2026 berada aman dan terkendali. Meskipun ada ketidakpastian geopolitik global dan El Nino
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan ketersediaan stok pangan di daerah dalam kondisi aman meski terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas pasca-Idulfitri.
PEMERINTAH melalui Perum Bulog menggelar program “Bazar Dari Istana Untuk Rakyat” sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tidak panic buying.
Ia menjelaskan stok yang tersedia saat ini tidak termasuk yang baru akan dipanen beberapa bulan ke depan.
Pemerintah menargetkan agar harga pangan pokok strategis terus bergerak menuju kondisi yang stabil pasca-Lebaran.
Dengan stok yang dimiliki, pemerintah mampu melewati masa darurat kekeringan yang diperkirakan hanya berlangsung selama 6 bulan.
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Rina Saadah optimistis target swasembada pangan nasional pada 2029 dapat tercapai, didasari keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras pada 2025.
Defiyan menekankan bahwa status swasembada hanya bisa diakui secara objektif jika secara faktual tidak ada lagi impor beras yang dilakukan oleh BUMN PT Badan Urusan Logistik (Bulog).
Minyakita laku keras di Pasar Gedhe Klaten karena harga terjangkau Rp15.700/liter. Pedagang berharap pasokan ditambah guna penuhi permintaan warga.
Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menggandeng mitra untuk membuka kios RPK guna mengatasi kelangkaan Minyakita.
Meski stok melimpah, Mentan menekankan bahwa pemerintah tetap waspada terhadap tantangan eksternal, terutama dampak fenomena El Nino.
Kementerian Pertanian menyebut stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 4,5 juta ton sehingga ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved