Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Banggai menjadi Kabupaten terbaik kedua dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2021 dengan kategori perencanaan dan pencapaian pembangunan. Gelaran ini diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Kabupaten Banggai dianggap berhasil menyiapkan perencanaan berkualitas dalam membangun Daerah dengan lebih baik. Untuk aspek pencapaian, Kementerian PPN/Bappenas Menilai bahwa pemerintah Kabupaten Banggai dinilai berhasil mengendalikan kemiskinan di masa pandemi Covid 19.
Langkahnya dengan menjalankan program penanggulangan kemiskinan, pencegahan stunting dan pengembangan pariwisata. Sementara aspek perencanaan Kabupaten Banggai dianggap mendukung secara penuh program prioritas nasional.
Bupati Banggai Amirudin Tamoreka didampingi oleh Kepala Bappeda Ramli Tongko menerima Penghargaan Pembangunan Daerah Sebagai Kabupaten Terbaik II Kategori Perencanaan Dan Pencapaian. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri PPN Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.
“Banyak saya lihat beberapa daerah melakukan inovasi-inovasi kebijakan dan inovasi kebijakan ini seyogianya bisa di-copy paste oleh daerah-daerah yang lain dan dengan demikian mudah-mudahan inovasi kebijakan itu tentu disesuaikan dengan keadaan, dengan situasi, dengan gaya yang dimiliki oleh masing-masing daerah,” ucap Suharso dalam keterangannya, Sabtu (27/11).
Baca juga : Program Pencegahan Stunting Kabupaten Banggai Diapresiasi BKKBN
Dia juga menyerahkan buku knowledge sharing pembangunan daerah kepada Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Gubernur Sumbar, Gubernur Bengkulu, Bupati Bangka Riza Herdavid, Bupati Banggai Amirudin Tamoreka dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
Bupati Banggai Amirudin Tamoreka mengatakan, penghargaan PPD 2021 akan menjadi motivasi sekaligus pelecut Pemerintahan kami kedepan.
“Penghargaan PPD ini akan menjadi pelecut dan motivasi kami untuk bisa konsisten dalam merencanakan Pembangunan Daerah dengan baik kedepan” ungkap Amirudin.
Ia juga mengapresiasi ASN, dan perangkat daerah yang sudah mampu menunjukkan kinerja terbaik dalam membuat perencanaan Pembangunan di Kabupaten Banggai,
“Harapan kami, bukan hanya sekedar mendapatkan penghargaan, tetapi kembali ke tujuan semula, bahwa perencanaan pembangunan daerah yang disusun harus benar benar mendorong pembangunan di Kabupaten Banggai dan paham benar mengenai visi misi kami," pungkasnya. (RO/OL-7)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mewacanakan untuk menjangkau wilayah hulu dengan melibatkan pemerintah daerah penyangga dalam pembasmian ikan invasi Sapu-sapu.
Apkasi memandang pentingnya membangun komunikasi yang hangat dan solutif antara daerah dan pusat guna memastikan kebijakan nasional selaras dengan realitas di lapangan.
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyebut saat ini ada sekitar 60 proposal pembukaan kawasan transmigrasi baru yang diajukan pemerintah daerah.
Sedangkan per hari ini, Gubernur Kalimantan Selatan menegaskan tidak akan menerapkan WFH.
Dalam kurun waktu tersebut, imbuhnya, pemda terlihat masih gencar melakukan penambahan pegawai, baik PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Meski begitu ia tetap mengapresiasi langkah pemerintah dalam upaya pengentasan TB. Namun program eliminasi TB harus dipantau agar implementasinya optimal.
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Tantangan pembangunan dinilai semakin kompleks sehingga penyusunan kebijakan tidak dapat lagi mengandalkan pendekatan percobaan atau trial and error.
Tantangan seperti pemerataan pembangunan dan stabilitas sosial memerlukan kerja bersama yang tidak terbatas pada satu wadah organisasi saja.
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved