Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menemukan adanya penjual jamu yang masih mengerjakan pembuatan jamu dengan alat-alat yang tradisional.
Hal ini ditemukan Menparekraf Sandi saat mengunjungi Desa Wisata Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sandi kemudian langsung mengobrol dengan penjual jamu yang masih dibuat secara tradisional tersebut.
“Jamu yang dibuat secara tradisional memang sudah jarang ditemukan, dan ini perlu dilestarikan,” katanya dalam keterangan pers, Minggu (7/11).
Menurutnya, penjual jamu yang bernama Ibu Lomin atau biasa disapa Ina Ela tersebut adalah penjual jamu satu-satunya di Desa Bonjeruk. Sehingga penjualannya juga lumayan, bahkan dia sudah melakukan satu inovasi yaitu dengan menjual dua jenis jamu yaitu jenis bubuk dan siap minum.
Menurut Sandi, hal tersebut adalah salah satu inovasi yang mengikuti perkembangan, sehingga dengan adanya inovasi maka dia yakin usaha yang dilakukan oleh ibu Lomin bisa terus berkembang.
“Jadi bisa membangkitkan ekonomi Ibu Lomin dan kalau pesanan berlipat-lipat bisa meminta tolong warga lainnya sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru,” tegas Sandi.
Namun, saat berbincang dengan Menparekraf, Bu Lominmengeluhkan masih harus melakukan pekerjaan dengan sangat tradisional.
Oleh karenanya, Sandi langsung memesan alat pemarut di salah satu marketplace untuk Ibu Lomin guna meningkatkan produksinya. Diharapkan dengan bantuan ini selain peningkatan ekonomi bisa juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Bonjeruk.
Sementara ibu Lomin mengaku, kalau selama ini bahan-bahan jamu yang dijualnya memang harus diparut dan direbus secara manual. ia memang terkadang keteteran dengan pesanan yang diterimanya. Walaupun saat ini dibantu oleh beberapa orang dalam membungkus jamu hasil buatannya.
“Kalau yang pesan memang sudah banyak, tapi terkadang kita tidak sanggup menerima pesanan yang kian banyak,” tuturnya.
Hingga akhirnya dia mendapatkan alat pemarut jahe dari Mas mentri yang akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memproduksi jamunya.
“Saya sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan oleh pak menteri, kalau marut sendiri itu pasti lama, terimakasih atas bantuannya pak menteri”, tukasnya.(RO/OL-09)
SEMANGAT juang Kartini, Perempuan di Kabupaten Tegal didorong untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui pelatihan keterampilan berbasis usaha rumahan.
FOUNDER Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pelaku usaha kecil menengah (UMKM) untuk naik kelas dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.
TUMBUHKAN jiwa kewirausahaan, INOTEK Foundation Bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Pemkab Kebumen menggelar Program Desa EMAS 2026.
UPAYA pemberdayaan ekonomi perempuan kembali mendapat sorotan, kali ini melalui pendekatan yang tidak biasa dengan menggabungkan keterampilan kuliner dengan teknologi digital.
Sebanyak 100 paket sembako disalurkan, antara lain berisi 3 kilogram beras premium, 1 liter minyak goreng, 1 Botol sirup dan 0,5 kilogram gula pasir.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Majelis Taklim Darratun Nasihin menggelar kegiatan santunan bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu.
Informasi tersebut disajikan secara ringkas dan mudah dipahami agar masyarakat dapat mengenal potensi tanaman atau obat herbal dengan lebih baik dan bijak
Produsen jamu ternama itu menggelontorkan dana Rp200 juta untuk memperlengkapi kebutuhan Lebaran mereka.
Ketua Badan POM Taruna Ikrar mengatakan, jamu tidak pernah sekadar soal nostalgia. Ia memandang jamu sebagai warisan pengetahuan, kekayaan biodiversitas, sekaligus potensi ekonomi kreatif.
Sejak 2000, kata Irwan, Sido Muncul mulai melakukan uji toksisitas dan uji khasiat.
Total Rp900 juta tersebut terdiri dari uang tunai senilai Rp620 juta serta produk Sido Muncul senilai Rp280 juta.
Masih banyak daerah belum terjangkau, terisolir
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved