Program Inkubasi Dorong UMKM Tingkatkan Kapasitas Usaha

Putri Anisa Yuliani
18/4/2026 21:00
Program Inkubasi Dorong UMKM Tingkatkan Kapasitas Usaha
Ilustrasi(Dok YIS)

FOUNDER Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pelaku usaha kecil menengah (UMKM) untuk naik kelas dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Hal tersebut disampaikannya dalam program 'Inkubasi Perempuan Berdaya Naik Kelas' bertema Workshop Olahan Edamame di Bogor, Jawa Barat.

Program yang dimulai sejak 14 April 2026 itu diikuti sekitar 40 perempuan pelaku usaha dari wilayah Bogor Raya. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Indonesia Setara dan OK OCE GAN.

Sandiaga Uno menegaskan, program inkubasi bisnis yang dijalankan tidak hanya sebatas pelatihan keterampilan, tetapi juga dirancang sebagai mesin pencipta lapangan kerja berbasis UMKM.

Dirinya menekankan, keberhasilan program inkubasi harus diukur dari dampak ekonomi yang dihasilkan, termasuk kemampuan peserta menciptakan usaha berkelanjutan dan menyerap tenaga kerja.

“Yang kita kejar adalah dampak sosial dan pertumbuhan bersama. Dari usaha kecil yang naik kelas, akan lahir peluang kerja baru di masyarakat,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2026).

Dalam program ini, peserta tidak hanya dilatih memproduksi olahan edamame seperti mochi, bolu kukus, dan susu, tetapi juga dibekali kemampuan bisnis secara menyeluruh.

Mulai dari manajemen usaha, pengemasan produk, branding, hingga pemasaran digital menjadi bagian penting agar usaha dapat berkembang dan berdaya saing.

Sandiaga Uno menjelaskan, pendekatan inkubasi dilakukan secara komprehensif agar peserta siap menjadi pelaku usaha mandiri.

Setelah produk terbentuk, peserta juga didampingi dalam pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal guna memperluas pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Program ini juga diarahkan agar peserta mampu mengembangkan usaha hingga menciptakan peluang kerja baru di sekitarnya. Dengan strategi diversifikasi produk dan penguasaan marketplace, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh,” ujarnya.

Selama dua bulan masa inkubasi, peserta akan mengikuti delapan sesi mentoring dan coaching, baik secara daring maupun luring.

Materi yang diberikan meliputi penyusunan model bisnis, standarisasi produk, penentuan harga jual, hingga strategi konten digital berbasis teknologi.

Dirinya juga mendorong peserta yang berhasil naik kelas untuk menjadi mentor bagi pelaku usaha lainnya.

Menurutnya, ekosistem kewirausahaan yang kuat akan terbentuk ketika pelaku UMKM saling mendukung dan berbagi pengalaman.

Dengan model inkubasi berkelanjutan ini, YIS bersama OK OCE GAN berharap dapat melahirkan lebih banyak wirausaha perempuan yang mandiri secara ekonomi sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya