Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP, mengatakan kalangan pengusaha orang asli Papua (OAP) harus dilibatkan dalam proyek rekonstruksi pencegahan bencana alam banjir bandang.
Untuk menanggulangi dan mencegah banjir bandang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua, mengajak dan merangkul melibatkan pengusaha OAP.
Hanna menjelaskan bahwa dana rekonstruksi yang dikucurkan dari dana APBN senilai Rp 1 triliun akan dialokasikan dalam sejumlah proyek rekonstruksi fisik dengan melibatkan pihak kontraktor dalam membangun fasilitas air bersih, perbaikan jembatan dan perumahan dengan sistem lelang.
"Jadi inilah inisiatif dari Pemkab Jayapura sendiri untuk meminta sub kontraktor untuk pengusaha asli Papua. Hal ini yang kita kerjakan selama dua minggu terakhir ini, guna mencari peluang agar kita bisa menjadi bagian dari proyek rekonstruksi tersebut,” kata Hanna Hikoyabi kepada wartawan di ruang kerjnya, Rabu (3/3) sore.
Menurut Hanna, terkait dana APBN itu memang telah masuk dalam kas daerah (Kasda), sayangnya Pemkab Jayapura belium bisa menggunakan dana tersebut.
Sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 17 Tahun 2020 dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 14 Tahun 2019, pembangunan infrastruktur harus melibatkan pengusaha asli Papua.
“Pemda Kabupaten Jayapura berupaya untuk menggunakan dana APBN, namun masih menghadapi kendala.. Karena ini APBN, tapi yang bisa kita upayakan adalah di sub kontraktor yang melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa (BPBJ),” imbuhnya.
Terkait masih adanya pengusaha asli Papua yang sering mendapat suatu proyek lalu menjual kembali proyek tersebut, Hanna Hikoyabi mengatakan, bahwa untuk menghindari pengusaha OAP yang nakal, pihaknya akan melibatkan Asosiasi Pengusaha OAP untuk mencegahnya.
Selain dana Rp 1 triliun tersebut, Hanna menyampaikan ke depan, akan ada dana tambahan APBN, apabila semua pekerjaan rekonstruksi dapat terselesaikan dengan baik hingga bulan September tahun 2021 dengan memberi laporan pertanggungjawaban kepada pihak BNPB. (Badan Nasional Penanggulangan Bencana ).
Sebaliknya,Hanna juga menegaskan bila semua proyek tidak bisa diselesaikan, pemerintah pusat tidak akan memberi anggaran tambahan."Sehingga semua pekerjaan akan kita kawal dengan ketat," tukas mantan Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura. (RO/OL-09)
Ia menilai Kemendagri sebagai lembaga pembina pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Pemda setempat yang memiliki perlintasan sebidang.
PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) melaporkan progres fisik Flyover Sitinjau Lauik I mencapai 16,4% pada April 2026. Simak detail konstruksi dan lahannya.
Pemprov Jakarta klaim 97% jalan dalam kondisi mantap pada 2025. Simak data lengkap capaian infrastruktur dan pembangunan terbaru di Jakarta.
Pelaku industri jasa konstruksi mendesak pemerintah segera merumuskan kebijakan strategis untuk meredam tekanan akibat gejolak geopolitik global, terutama dampak konflik Timur Tengah.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat proyek revitalisasi infrastruktur di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.
Pembenahan sistem drainase permanen ini difokuskan pada ruas jalan kota, provinsi, hingga jalan protokol.
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Tantangan pembangunan dinilai semakin kompleks sehingga penyusunan kebijakan tidak dapat lagi mengandalkan pendekatan percobaan atau trial and error.
Tantangan seperti pemerataan pembangunan dan stabilitas sosial memerlukan kerja bersama yang tidak terbatas pada satu wadah organisasi saja.
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved