Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Menjelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatra Barat dan juga bulan suci ramadan, harga beras di Kabupaten Pesisir Selatan stabil.
Persediaan beras juga cukup. Ini dapat dilihat di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) II Sumbar yang terdapat di Sago Kecamatan IV Jurai.
Para pedagang juga mengatakan bahwa persediaan beras di gudangnya juga cukup. Mirwan, 45, pedagang beras di Surantiah, Kecamatan Sutera mengatakan ketersediaan beras di gudang miliknya dalam keadaan cukup.
"Selain tersedia, pasokan dari petani juga aman dan lancar. Makanya penjualan tetap berjalan normal sebagaimana biasanya. Maksudnya tidak ada kenaikan harga. Saat ini, saya masih menjual beras lokal jenis 4-2 Rp115 ribu per karung ukuran 10 kilogram dan jenis cisokan Rp120 ribu," katanya, Selasa (21/4).
Baca juga: Kang Emil Dukung Presiden Jokowi Larang Mudik
Hal yang sama juga dikatakan Basrul, 45, pedagang beras lainnya di Pasar Kambang, Kecamatan Lengayang.
"Awal diberlakukan pembatasan selektif oleh pemerintah akibat virus korona, kami sebagai pedagang memang sempat khawatir akan terjadi kelangkaan beras. Namun, ternayat hal itu tidak terjadi sebab selain hasil panen masyarakat lokal, pasokan beras dari daerah lainnya masih tetap aman-aman saja," jelasnya.
Ditambahkannya, di kecamatan itu masyarakat lebih cenderung mengonsumsi beras dari hasil panen petani lokal ketimbang luar kabupaten. "Sebab selain harganya terjangkau, secara kualitas juga tidak kalah dibandingkan beras yang impor dari luar daerah. Jenis beras yang paling disukai oleh masyarakat sini adalah banang pulau," papar Basrul.
Beras jenis banang pulau ini, lanjut Basrul, harganya Rp120 ribu hingga Rp125 ribu satu karung ukuran 10 kilogram. "Perbedaan kualitas beras membuat harga jadi berbeda. Jika berasnya putih bersih, maka harganya bisa mencapai Rp125
ribu per karung," jelasnya.
Kepala Dinas Pangan Pessel, Alfis Basyir juga mengatakan bahwa di daerah itu ketersediaan stok beras dapat dikatakan sangat aman.
"Saya katakan sangat aman sebab selain dari hasil panen masyarakat lokal, stok di gudang Bulog Divre II Sumbar yang terdapat di Sago Kecamatan IV Jurai, juga mencukupi," katanya.
Dijelaskan lagi bahwa terkait harga penjualan beras dari pedagang kepada masyarakat, masih terkendali dan berada pada kisaran Harga Eceren Tertingi (HET).
"Saat ini HET tertinggi beras lokal jenis premium Rp13.300, dan jenis medium Rp9.950. Rata-rata harga beras jenis lokal ini masih di bawah HET yang ditetapkan pemerintah," timpalnya. (OL-14)
BADAN Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya memastikan pasokan beras ibu kota dalam kondisi aman.
Swasembada yang berhasil diraih Indonesia saat ini merupakan strategi yang sejak awal dirancanG oleh para pendahulu mulai dari Presiden Soekarno hingga saat ini Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai dampak fenomena El Nino terhadap sektor di luar pertanian relatif terbatas.
Ketegangan geopolitik global yang dipicu konflik di Timur Tengah terus mempertebal kekhawatiran dunia terhadap stabilitas pangan.
Kementerian Pertanian menyebutkan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog stabil, saat ini mencapai 4,5 juta ton.
Perum Bulog mencatat realisasi serapan beras yang signifikan pada awal tahun ini. Hingga 5 April 2026, total beras yang berhasil diserap telah mencapai 1,7 juta ton.
Munas XVI IPSI tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menandai arah baru kepemimpinan dan penguatan strategi nasional pencak silat menuju panggung dunia.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi isu kenaikan harga BBM bersubsidi guna menghindari antrean panjang di SPBU.
PT Kereta Api Indonesia II Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved