Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDIA Mainstream jangan latah menyebarkan informasi yang menyeruak dari media sosial (medsos). Media mainstream harus menjadi penjernih informasi dari medsos, sehingga masyarakat memiliki pegangan informasi yang benar.
Demikian dikatakan Head of News Research Center (NRC) Media Group News Ade Alawi dalam kuliah umum <i>Eksistensi Media Mainstream dalam Dinamika Media Sosial<p> di aula Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Kabupaten Jombang Jawa Timur, Sabtu (29/2).
"Media mainstream jangan tergoda untuk menyebarkan informasi yang lagi hits dari media sosial. Media mainstream harus memverifikasi kebenarannya. Bila informasinya sangat penting, maka beritanya harus diperkaya dengan berbagai sumber dan data," kata Ade Alawi.
Kuliah umum yang dibuka Rektor Unipdu Prof Ahmad Zahro dihadiri Wakil Rektor Unipdu Bidang Kerja sama, Zahrul Azhar As'ad (Gus Hans), para dosen, mahasiswa dan santri yang berada di Pondok Pesantren Darul Ulum.
Ikut hadir Pemimpin Redaksi Metro TV Arif Suditomo, Direktur Sales & Marketing Director Meniek Andini dan Pemimpin Redaksi Medcom.id Budiyanto, dan General Manajer Produksi & Pengembangan Metro TV Erwin Setiawan.
Pemimpin Redaksi Metro TV Arif Suditomo mengatakan, pihaknya menjunjung tinggi akurasi informasi di samping faktor kecepatan informasi. "Metro TV ingin menjadi rujukan informasi yang benar di tengah masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Banda Aceh Undang Investor Garap Pariwisata
Direktur Sales & Marketing Director Meniek Andini, mengatakan banyak strategi agar media mainstream, termasuk Metro TV bisa bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang tajam dan serbuan medsos.
Dalam kesempatan itu, sejumlah mahasiswa sangat antusias bertanya tentang jurus bertahan media mainstream, fenomena media sosial, kode etik jurnalistik, strategi bisnis media online, dan sebagainya.
Seusai kuliah umum, Tim Media Group diajak berkeliling melihat Ponpes Darul Ulum yang merupakan salah satu ponpes tertua di Tanah Air, termasuk mellihat enam kamar (kobong) yang dibangun sesuai bentuk aslinya pada 1885. Pengasuh Ponpes Darul Ulum KH Zahrul Azhar As'ad yang akrab disapa Gus Hans juga mengajak Tim Metro TV menyambangi SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang yang memiliki Cambridge International. (X-15)
Psikolog Sani B. Hermawan mendukung PP Tunas (PP No 17 Tahun 2025) sebagai langkah darurat melindungi anak di bawah 16 tahun dari kejahatan digital.
PAPDI mengungkapkan misinformasi di media sosial menyebabkan cakupan vaksinasi campak 2025 turun drastis, menjauh dari target WHO 95%.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Selain AI, gim daring populer seperti Roblox dan Minecraft juga dinilai menghadirkan risiko karena anak-anak sering kali sulit membedakan antara dunia gim dan realitas.
Dibandingkan menerapkan pelarangan akses secara total, YouTube memilih pendekatan fitur perlindungan yang terintegrasi dan berbasis usia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved