BNPB Terus Pulihkan Sosial Ekonomi Warga Sentani

Indriyani Astuti
04/9/2019 08:41
BNPB Terus Pulihkan Sosial Ekonomi Warga Sentani
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) ditemani sejumlah bocah Papua mengunjungi area terdampak banjir bandang Sentani di Jayapura, Papua.(Antara/Akbar Nugroho Gumay)

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo bertemu dengan para tetua adat atau Ondofolo dan masyarakat adat se-Danau Sentani di Bumi Kenambai Umbai, Sentani, Jayapura, pada Selasa (3/9).

Kunjungan Kepala BNPB ke Sentani untuk menyerahkan bantuan bagi warga yang tinggal di sekitar Danau Sentani di antaranya, 26 perahu katamaran, 260 alat pengasap ikan, 100 ribu pohon masohi, dan dua pabrik sagu yang rencana akan dibangun di Sentani, sebagai wilayah dengan ladang pohon sagu terbesar di Indonesia.

"Bantuan-bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan sosial ekonomi bagi warga Sentani yang terdampak bencana banjir bandang," ujar Doni seperti dikutip siaran pers resmi BNPB, pada Rabu (4/9).

Banjir bandang melanda wilayah Sentani, Papua pada 16-17 Maret 2019. Ia menuturkan bantuan bagi masyarakat sekitar diharapkan dapat memulihkan sosial ekonomi masyarakat pascabencana.

Menurut Doni, potensi besar dimiliki Jayapura, khususnya di sektor perikanan. Namun hal tersebut masih belum dimaksimalkan.

Karena itu, pemerintah pusat melalui BNPB mengharapkan agar dengan adanya perhatian pemerintah daerah Provinsi Papua sehingga potensi dapat dimaksimalkan dan Jayapura bisa bersaing dengan wilayah lain bahkan menjadi primadona.

"Saya diberi tugas oleh Bapak Presiden Joko Widodo untuk memberikan bantuan alat asap khususnya untuk mama-mama agar dapat mengelola ikan sehingga memiliki nilai lebih. Dan ikan dari danau sentani suatu saat bisa dikirim dan dinikmati ke Jakarta bahkan mancanegara," ungkap Doni.

Doni juga menyampaikan bahwa dua unit pabrik sagu juga akan dibangun sebagai langkah awal pemanfaatan tanaman yang banyak dijumpai di Sentani agar bisa lebih mempunyai nilai jual lebih.

"Sentani penuh dengan tanaman sagu. Papua kawasan dengan hutan sagu terluas di dunia. Sayang kalau hal itu belum dimaksimalkan," ungkap Doni.

Nantinya dengan teknologi baru, sagu tidak hanya bisa dipakai untuk bahan baku papeda, tapi juga bisa dikembangkan menjadi jenis olahan lainnya seperti kwetiau, udon, tepung, dan sebagainya.

Terkait hal tersebut, Doni juga mendorong agar pemeritah daerah segera memberi lahan yang strategis sebagai calon lokasi pabrik nantinya.

Dalam kesempatan itu, BNPB juga menyerahkan 1 unit katamaran untuk setiap kampung di pesisir Danau Sentani. Katamaran yang sebelumnya telah diuji coba langsung oleh Kepala BNPB dan perahu murni buatan dalam negeri dari Jawa Barat.

Perahu katamaran ini bisa digunakan untuk patroli kebersihan danau, pariwisata dan kegiatan lain yang menunjang masyarakat Danau Sentani.

Sedangkan dalam mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan, BNPB juga secara simbolis memberikan bantuan berupa bibit pohon masohi.

Keistimewaan dari masohi terletak pada kulit kayunya sebagai bahan parfum. Salah satu perusahaan yang mengembangkan parfum dengan bahan dasar masohi ialah merek Hermes. (Ind/OL-09)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya