Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH akademisi yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalimantan Selatan mengeluarkan pernyataan sikap terkait perkembangan politik nasional pasca-Pemilihan Umum 2019 dan aksi kedaulatan rakyat 21-22 Mei.
Dalam pertemuan ISNU Kalsel yang berlangsung di Kampus Universitas NU Kalsel, Minggu (26/5), menghasilkan beberapa poin pernyataan sikap.
Profesor Ahsin Rifai, Ketua ISNU Kalsel, menyampaikan, pernyataan sikap antara lain mengharapkan seluruh komponen bangsa untuk menghargai lembaga negara seperti lembaga eksekutif, yudikatif, dan legislatif menjalankan fungsinya memimpin bangsa.
Sebagai bagian dari civil society, masyarakat memang berhak untuk menyatakan pendapat, bebas untuk berkumpul tetapi harus bertanggung jawab sesuai dengan peraturan dan perundangan. ISNU Kalsel juga menyatakan keprihatinannya atas aksi kedaulatan rakyat 21-22 Mei yang berbuntut terjadinya kerusuhan.
"Kita berharap aksi unjukrasa dapat dilakukan secara damai jangan ada lagi kejadian kerusuhan seperti kemarin yang anarkis. Kami akademisi sangat tidak sependapat dengan cara-cara seperti itu," tegasnya.
Baca juga: Mulai 30 Mei, Truk Barang Dilarang Melintas Tol Purbaleunyi
Poin pernyataan sikap lainnya adalah meminta aparat keamanan bersikap tegas terhadap provokator ataupun pendemo yang melakukan tindak kerusuhan, merusak, dan membakar serta tidak boleh mentoleransi aksi-aksi yang mencederai makna demokrasi.
"Yang terakhir adalah kita harus mendukung upaya pemerintah dalam menyelenggarakan pemilu yang jujur dan adil. Mari kita sama-sama menunggu prosesnya hingga berakhir termasuk hasil gugatan kecurangan Pilpres yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi," tuturnya.
Akademisi Universitas NU Kalsel, Syarbani Haira, Senin (27/5), mengatakan, pertemuan para akademisi yang tergabung dalam ISNU Kalsel tersebut merupakan ajang silaturahim sekaligus bentuk kepedulian para akademisi NU menyikapi situasi dan perkembangan politik nasional belakangan ini.
"Kami ikut prihatin atas peristiwa rusuh kemarin dan berharap semua pihak dapat menahan diri demi persatuan dan keutuhan NKRI. Kerusuhan justru akan merugikan bagi kita semua," ujarnya.
Sementara Fitriadi, Akademisi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, mengatakan, apa pun hasil keputusan yang ditetapkan MK nantinya hendaknya dapat diterima semua pihak. Sebelumnya pernyataan sikap keprihatinan atas peristiwa rusuh 21-22 Mei di Jakarta beberapa waktu lalu juga disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah perguruan tinggi di Kalsel. (OL-1)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
BNI memberikan klarifikasi terkait aksi demonstrasi di Pematang Siantar. Bank menegaskan isu tersebut berkaitan dengan koperasi yang bukan bagian dari BNI.
Aksi tersebut digelar oleh BEM UI sebagai bentuk solidaritas terhadap aktivis Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras.
Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 1.031 personel gabungan untuk mengamankan aksi BEM UI terkait gugatan UU TNI dan solidaritas Andrie Yunus.
Gerakan No Kings ramai di Amerika Serikat lewat aksi demonstrasi besar. Sebenarnya apa itu No Kings dan apa tujuan di balik gerakan ini?
Robert De Niro ikut aksi “No Kings” di New York, bagian dari protes nasional terhadap kebijakan Trump terkait Iran dan imigrasi yang dinilai kontroversial.
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved