Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 200 unit rumah yang berada di dua kecamatan, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, terendam banjir setinggi 80 hingga 100 sentimeter pada Kamis (25/4).
Banjir yang merendam sedikitnya 200 unit rumah warga itu mulai terjadi sejak dini hari akibat hujan deras sejak dua hari terakhir. Rumah-tumah itu berada di Kecamatan Sungai Serut dan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, Bengkulu.
Di Kecamatan Sungai Serut, rendaman banjir di dua kelurahan yakni Tanjung Agung dan Tanjung Jaya, merendam 120 unit rumah. Kemudian di Kecamatan Muara Bangkahulu, sekitar 80 rumah Kelurahan Rawa Makmur terendam.
Kurniawan, 36, warga Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, mengatakan warga mulai mengungsi. "Rumahnya tidak bisa ditempati karena tergenang air dan sekarang menumpang di teras rumah warga lain yang rumahnya tidak terendam banjir," ujarnya.
Setiap hujan deras, lanjut Kurniawan, kelurahan setempat langganan banjir akibat luapan sungai di Bengkulu, sehingga warga sudah terbiasa.
Meskipun rumah terendam banjir, warga memanfaatkan waktu untuk mencari ikan dengan tangkul dan jala. Buyung, 45, warga Kelurahan Tanjung Agung, di Bengkulu, mengatakan itu menjadi kesibukan warga.
"Jika hasil tangkapan seperti lele dan nila cukup banyak maka dijual dan bila sedikit untuk dikonsumsi," imbuhnya.
Warga di dua kelurahan tersebut, kata Buyung, sudah terbiasa karena setiap hujan deras dengan itensitas lama rumah mereka pasti terendam banjir.
Banjir juga menyebabkan ditutupkan akses jalan menuju Kelurahan Tanjung Agung -Tanjung Jaya dan Semarang, Kecamatan Sungai Serut. Kondisi air yang menggenangi badan jalan tidak memungkinkan untuk dilintasi kendaraan.
Banjir juga menggenangi puluhan hektare sawah milik petani di Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu dan Kelurahan Tanjung Agung dan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Akibatnya, para petani mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Sebagian petani sudah memanen guna menghindari kerugian yang lebih banyak.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan mengatakan, saat ini petani terus didorong agar memiliki asuransi pertanian agar terlindung dari gagal panen. "Banjir yang sempat merendam sawah bukan saja berdampak pada kerugian masyarakat, ekonomi, sosial dan infrastruktur," tutur Ricky.
Dengan ikut asuransi pertanian, lanjut dia, petani akan mendapatkan ganti rugi apabila tanamannya rusak akibat banjir, hama, dan bencana alam lainnya. (A-2)
Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatra mengamankan tersangka dalam rangkaian Operasi Merah Putih Bentang Alam Seblat, Senin (27/4).
PTPP mencatat progres 37,11% dalam proyek Sekolah Rakyat Bengkulu, melampaui target di tengah tantangan lokasi dan deadline ketat.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bengkulu Tengah akhirnya memiliki sekretariat baru di Desa Kancing, Kecamatan Karang Tinggi.
PEMPROV Bengkulu, akan menargetkan potensi peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10 ribu ton per tahun dari total luasan lahan program cetak sawah pada 2026.
Batik besurek telah dikenal sebagai warisan budaya yang sarat makna religius, dengan motif kaligrafi Arab yang mencerminkan nilai-nilai spiritual masyarakat Bengkulu.
Vaksinasi PMK dilakukan di puskeswan Pulau Payung, Kecamatan Mukomuko Selatan, puskeswan Penarik, puskeswan Lubuk Gedang, dan Kota Mukomuko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved