Pemkab Bekasi Tanggung Biaya Medis Korban Kecelakaan Kereta

Anton Kustedja
28/4/2026 23:45
Pemkab Bekasi Tanggung Biaya Medis Korban Kecelakaan Kereta
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja melakukan takziah ke rumah korban kecelakaan kereta, Nurlaela, di Kampung Ceger, Desa Tanjung Baru, Cikarang Timur, Selasa (28/4).(Doc Pemkab Bekasi)

PELAKSANA Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja hari ini mendatangi rumah duka korban kecelakaan kereta antara KRL Commuter Line jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Stasiun Gambir Jakarta- Stasiun Turi Surabaya di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.

Plt Bupati Bekasi sempat bertakziah ke kediaman keluarga seorang guru SD Pulogebang Jakarta Timur Nurlaela di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur, kemudian melanjutkan takziah ke keluarga korban lainnya, termasuk Adelia Rifani di Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung. 

Kunjungan dilakukan sebagai bentuk empati pemerintah daerah terhadap keluarga korban.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Asep saat melayat ke rumah duka almarhumah Nurlaela, 30, di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru.

Dalam keterangannya, Asep memastikan jumlah korban meninggal dunia sementara sebanyak 3 orang. Sementara itu, data korban luka masih dalam proses penelusuran karena belum sepenuhnya teridentifikasi.

"Yang meninggal dunia sudah kita pastikan ada tiga orang. Untuk korban luka masih kami telusuri karena datanya masih simpang siur," katanya.

Ia mengungkapkan, salah satu korban meninggal diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta Timur yang sehari-hari menggunakan kereta sebagai moda transportasi.

Pemkab Bekasi, lanjut Asep, berkomitmen menanggung kebutuhan penanganan medis seluruh korban luka, termasuk biaya operasi dan tindakan lanjutan.

"Kami siap menjaminkan seluruh kebutuhan penanganan medis korban," tegas Plt Bupati.

Saat ini, Pemkab Bekasi tengah melakukan pendataan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk memastikan jumlah warga yang menjadi korban, baik yang dirawat inap maupun di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Aspek keselamatan di perlintasan kereta

Data sementara mencatat total 35 korban, terdiri atas 3 orang meninggal dunia, 2 telah dipulangkan, 13 menjalani perawatan inap, 15 berada di IGD, serta 2 orang dirujuk ke rumah sakit lain.

Proses pendataan disebut mengalami kendala karena sejumlah korban mengalami trauma berat dan tidak membawa identitas.

"Beberapa korban masih dalam kondisi syok, bahkan ada yang tidak membawa identitas, sehingga belum bisa diajak komunikasi secara maksimal," jelasnya.

Asep menambahkan, insiden ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya terkait aspek keselamatan di perlintasan kereta api. Pemkab Bekasi berencana melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan kecelakaan sebagai langkah antisipasi.

"Kami akan petakan jalur rawan untuk mencegah kejadian serupa terulang," tandasnya. (AK)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya