Harga Kedelai Naik di DKI Jakarta Capai Rp20.000 per Kilogram

Media Indonesia
09/4/2026 16:54
Harga Kedelai Naik di DKI Jakarta Capai Rp20.000 per Kilogram
Perajin membuat tempe dari kedelai impor di sentra pembuatan tempe rumahan di Sunter, Jakarta Utara, Senin (05/5/2025).(MI/Usman Iskandar.)

HARGA kedelai dilaporkan naik di DKI Jakarta mulai dari Rp10.500 hingga Rp11.000 per kilogram (kg) pada tingkat pengrajin tahu dan tempe, dari sebelumnya Rp8.000 hingga Rp8.600 per kg.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengimbau masyarakat menyesuaikan kebutuhan konsumsi pangan.

"Menghimbau masyarakat agar menyesuaikan kebutuhan konsumsi pangannya dengan komoditas pangan lainnya yang memiliki nilai gizi yang seimbang dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya di Jakarta, Kamis (9/4).

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga kedelai bervariasi. Harga kedelai di pedagang pasar tradisional, yakni Rp15.000 -Rp20.000 per kg. Sebelumnya Rp13.000 hingga Rp18.000 per kg.

Harga kedelai yang naik berimbas pada pedagang yang memanfaatkan kedelai sebagai bahan baku misalnya tempe atau keripik tempe. Pengusaha kripik tempe di Jakarta Selatan menaikkan harga produknya.

"Sebelumnya Rp65.000 per kilogram (kg), naik jadi Rp70.000 per kg," ujar pengusaha kripik tempa di Kramat Pela Joko Asori,57, di Jakarta, Kamis.

Dengan harga kedelai sekarang, sambung Joko, harga satu bungkus keripik tempe dengan berat 250 gram (gr) mengalami penyesuaian menjadi Rp19 ribu.

Sejak Februari 2026 ia mengatakan harga kedelai mengalami kenaikan menjadi Rp930.000 per kuintal. Tren ini kemudian berlanjut hingga April 2026, harga kedelai mencapai Rp1.100.000.

Para pedagang akhirnya harus menyesuaikan berat produknya dengan ongkos produksi untuk menghindari kenaikan harga yang signifikan pada pembeli. (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya