Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi masih mendalami kasus bunuh diri seorang sekuriti bank negara di Cikarang Pusat. Pasalnya, penyidik menemukan sebuah brankas dalam kondisi rusak bersamaan dengan tewasnya sekuriti itu akibat gantung diri di kantornya di Jalan Tarum Barat II, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Mustofa mengatakan penyidik hingga kini masih mendalami hubungan antara kematian korban dan kondisi brankas tersebut, meski dugaan sementara adalah gantung diri.
"Apakah antara brankas yang rusak dengan sekuriti yang meninggal dunia itu ada korelasinya? Apakah dua perbuatan yang berbeda atau satu perbuatan yang satu rangkaian," kata Mustofa di Mapolres Metro Bekasi, Cikarang, Selasa (30/9).
Mustofa menegaskan, pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh guna mengungkap misteri di balik kasus ini. Hasil olah TKP dan pemeriksaan sidik jari akan dicocokkan dengan hasil autopsi. "Nanti kita list, kalau mendasari pada hasil autopsi biar jelas tentang penyebab kematian sekuriti tersebut," terangnya.
Menurut dia, pihaknya telah memeriksa kurang lebih 5 saksi, termasuk kepala cabang bank setempat. Telepon seluler milik korban juga turut diperiksa untuk mencari petunjuk tambahan.
Penyelidikan juga akan menindaklanjuti berbagai informasi yang beredar di media sosial, termasuk video viral tentang brankas yang digergaji serta tangkapan layar percakapan yang menyebut ada ancaman terhadap korban.
Mustofa menambahkan, penyidik belum dapat memastikan apakah korban tewas akibat gantung diri atau menjadi korban pembunuhan dengan motif upaya perampokan.
"Kami akan umumkan perkembangan kasus ini setelah semua hasil pemeriksaan lengkap dan jelas. Kuncinya menunggu hasil autopsi, baru disatukan semua rangkaian pemeriksaan yang kami telah jalankan."
Sebelumnya, seorang petugas keamanan kantor (sekuriti) berinisial HB ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung dengan kondisi leher terikat pada tangga lantai dua ruko tempatnya bekerja, Jumat (26/9) pagi.
Petugas kebersihan kantor bank itu berinisial AS yang mengetahui peristiwa itu pertama kali kemudian melaporkan kepada pihak berwajib.
Tak lama berselang, anggota kepolisian dari Polsek Cikarang Pusat dan Polres Metro Bekasi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas tidak menemukan ada tanda-tanda kerusakan pada area rolling door tempat korban bekerja.
Penemuan jasad ini sontak menggegerkan warga sekitar, terlebih lokasi kejadian perkara berada di lingkungan padat permukiman penduduk dan kawasan pertokoan ramai pengunjung. (AK/P-2)
Sebanyak empat orang sekuriti Fins Beach Club menjadi korban pemukulan WNA yang menjadi tamu di salah satu klub malam besar di jantung pariwisata Canggu Bali tersebut.
POLISI mengusut kasus seorang oknum sekuriti berinisial R yang memeras seorang pengendara sepeda motor di Jalan Tol Tomang, Jakarta Barat yang salah masuk jalur ke jalan tol.
Polres Metro Jakarta Pusat selidiki kasus dua PRT lompat dari lantai 4 kos di Benhil. Satu korban meninggal dunia, diduga akibat tidak betah dengan majikan.
KPAI ungkap angka bunuh diri anak Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. Pakar IPB Prof Dwi Hastuti tekankan pentingnya peran orang tua dan sekolah.
Kemenkes minta promosi film bertema sensitif wajib libatkan ahli kejiwaan setelah kontroversi baliho Aku Harus Mati dinilai berisiko memicu peniruan.
Judul film pada sebuah baliho seperti Aku Harus Mati dapat memicu activation of death-related thoughts.
Psikiater dr. Lahargo Kembaren ingatkan bahaya romantisasi kematian dalam film dan konten digital yang bisa memicu perilaku bunuh diri bagi kelompok rentan.
Warga awalnya mengira pemuda itu kecapean karena puasa hingga pingsan di jalan, tapi ternyata nekat minum kopi dicamur racun tikus gegara putus cinta sama mantan pacarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved