Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BARANG bukti (barbuk) kasus penyelundupan 264,72 kilogram (kg) sabu cair yang ditemukan di Pandeglang, Banten, disimpan di Polda Jambi. Barang haram itu dijaga ketat Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polri agar tak disalahgunakan.
"Kita melibatkan Div Propam, dengan Provos mengawal sampai pemusnahan barbuk. Semua proses pemusnahan melibatkan Propam dan Provos, karena ini barbuk besar," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa saat dikonfirmasi, Jumat (12/5).
Pengetatan barbuk itu untuk memastikan tak ada anggota yang memperjualbelikan atau memakai. Seperti kasus mantan Kapolda Sumatra Barat Irjen Teddy Minahasa. "InsyaAllah (kasus serupa) tidak ada lagi," ujar Mukti.
Baca juga: Polisi Ungkap Jaringan Narkoba Internasional dengan Modus Mencampur Bensin Cair
Mukti mengaku telah melakukan pengetesan urine secara rutin terhadap para anggotanya. Hal itu sebagai langkah antisipasi dan pengawasan yang ketat terhadap anggota, khususnya satuan narkoba di seluruh Polda.
"Kita kan setiap bulan tes urine, analisa dan evaluasi (anev) juga ada setiap bulan. Saya pimpin anev dengan para direktur dan kasat narkoba jajaran dan para kapolsek nanti kalau bisa," ucap mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya itu.
Baca juga:Polda Metro Jaya akan Pasang ETLE di Jalan Layan Non Tol Casablanca
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Polda Banten dan Polda Jambi mengungkap kasus penyelundupan sabu cair di Pandeglang, Banten beberapa waktu lalu. Modusnya, mencampurkan dengan bensin untuk mengelabui petugas.
Sebanyak 264,72 kg sabu cair yang dimasukkan ke dalam lima jerigen plastik warna biru beserta kapal boat disita. Selain itu, polisi juga menangkap warga Iran berinisial NB bin MS, 32 di Pelabuhan Tinjil, Banten. NB yang berperan sebagai kurir beserta barang bukti dibawa ke Polda Jambi.
Selain sabu cair, polisi juga menyita 1 unit speedboat, 1 unit kapal nelayan, 1 tas sandang merek CAT. Kemudian, 3 unit handphone, 1 unit handphone satelit, 1 unit powerbank, 1 unit GPS tangan merek Garmin, 1 buah senter, dua kartu ATM atas nama NB dan HB.
NB dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan pidana denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga. (Z-3)
Bareskrim Polri merinci jenis narkotika yang diedarkan Andre Fernando alias The Doctor, mulai dari sabu hingga etomidate dengan nilai transaksi miliaran rupiah.
Bareskrim Polri mengungkap pelarian Andre Fernando alias The Doctor yang sempat membuang iPhone di jalan tol Malaysia sebelum ditangkap di Penang.
Bareskrim Polri mengamankan 10 barang bukti mewah, termasuk iPhone 17 Pro Max dan Rolex, saat menangkap bandar narkoba Andre Fernando alias The Doctor.
Bareskrim Polri mengungkap peran Andre Fernando alias The Doctor sebagai perantara dua bos besar narkoba asal Malaysia dan Aceh untuk pasar Indonesia.
Bareskrim Polri menangkap Direktur dan Manajer White Rabbit terkait dugaan peredaran narkoba sejak 2024. Polisi kini memburu aliran dana dan TPPU.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai kunjungan OJK dan Bareskrim ke kantor perusahaan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
KANWIL Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY bersama Polda DIY berhasil mengungkap tindak pidana narkotika jenis sabu jaringan narkoba internasional Malaysia-Indonesia.
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggerebek sebuah kamar di Apartemen Queen Victoria, Batam, pada Senin malam, 27 Mei 2024.
Polda Metro Jaya mengungkap temuan modus baru penyelundupan narkotika ke Indonesia, dengan memasukan sabu cair ke dalam semir sepatu yang dibawa WNA asal Nigeria.
Sabu-sabu dapat dengan mudah menimbulkan ketergantungan pada penggunanya. Selain dampak yang terlihat, penggunaan sabu juga secara signifikan berdampak pada kesehatan organ vital tubuh.
KEPALA Lapas Kelas I Kesambi Cirebon, Iwan angkat suara soal keterlibatan dua narapidana Lapas Kesambi Cirebon, dalam pengungkapan kasus narkoba jenis sabu-sabu cair.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved