Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pemudik gratis Kota Depok memanfaatkan Idulfitri untuk melangsungkan pernikahan di kampung halamannya. Abdul Fatah, 26, menyampaikan akan menikah di kampung halamannya, Pemalang, Jawa Tengah, pada hari H Idulfitri.
“Saya mudik ke Pemalang, karena saya mau menikah. InsyaAllah akad nikahnya tanggal 3 Mei,” katanya di tempat keberangkatan mudik gratis, Terminal Tipe A Jatijajar, Jalan Raya Bogor, Tapos, Kamis (28/4).
Fatah mengaku rencana pernikahannya sudah direstui oleh orangtua kedua belah pihak.
"Orangtua saya dan orangtua dari calon istri sudah sepakat mengenai pernikahan tersebut," imbuhnya.
Ia menceritakan pernikahannya dengan calon istri harusnya tahun 2020. Tetapi karena pandemi covid-19 dan larangan mudik, rencana tersebut jadi ditunda.
Sutisa, pemudik gratis lainnya, berujar dia dan calon istrinya akan menjadikan mudik Lebaran ini untuk menikah di kampung halaman, Tegal, Jawa Tengah.
"Ini hari baik. Hari baik (Idulfitri) ini menjadi pertimbangan saya dan calon istri untuk menjalankan rencana pernikahan," tuturnya.
Baca juga: One Way dan GaGe Diterapkan Hari Ini, Korlantas Ajak Pemudik Tertib Taati Aturan
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Depok Marbudiantono mencatat ada 28 pasangan calon pengantin yang menyampaikan pernikahannya. Itu, diketahui saat para calon pemudik gratis mendaftar ke Dinas Perhubungan Kota Depok beberapa waktu silam.
Mereka, katanya, sudah mengajukan persyaratan lengkap agar bisa dinikahkan oleh penghulu pada hari lebaran. Menurut mereka, pernikahan pada hari lebaran banyak dipilih oleh sebagaian masyarakat karena dinilai memiliki banyak keistimewaan dibandingkan dengan bulan yang lainnya menurut adat jawa.
“Tercatat jumlah pasangan calon pengantin yang menyampaikan rencananya itu sudah mendaftar ke Kantor Urusan Agama dimana mereka tinggal," ucap Marbudiantono.
Ia pun menerangkan menikah di hari dan malam lebaran memang banyak dipilih oleh sebagain masyarakat, karena disamping punya nilai adat selain itu memiliki banyak keistimewaan dan kelebihan dibandingkan bulan lain.
“Malam takbiran dan hari raya Idulfitri merupakan hari yang baik karena dilangsungkan sehari menjelang Idulfitri. Selain itu, banyak sanak saudara yang berkumpul di rumah karena libur kerja, sehingga memungkinkan pengantin didatangi tamu dan keluarganya, hal ini pun sudah menjadi adat istiadat yang terbiasa,” tambahnya.
Terkait hal tersebut, Marbudiantono memberikan apresiasi ini merupakan tugas penghulu, sehingga harus melayani masyarakat secara prima dan memberikan pelayanan nikah yang disenangi dan berintegritas.
"Peningkatan jumlah calon pengantin yang menikah pada hari lebaran sangat signifikan," pungkasnya.(OL-5)
Jakarta berhasil keluar dari narasi konvensional Lebaran yang selama ini hanya identik dengan arus keluar menuju daerah.
Program “Mudik ke Jakarta” mencatat perputaran ekonomi hingga Rp21 triliun. Pengamat menilai program ini efektif mendorong pariwisata dan UMKM saat Lebaran.
Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Lapangan Banteng selama Lebaran Betawi 2026, 10-12 April. Simak rute alternatifnya di sini.
Simak panduan ahli untuk memulihkan kondisi fisik dan finansial pascalibur Lebaran, mulai dari deteksi dini kesehatan hingga alokasi ideal arus kas.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Dokter spesialis kulit menyarankan perawatan kulit dimulai 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan menghindari risiko iritasi menjelang hari H.
Idealnya, calon pengantin sudah mulai melakukan rangkaian treatment setidaknya enam bulan sebelum hari pernikahan.
Menyambut momen bahagia, Dermalogia pun merancang program perawatan yang dipersonalisasi, menyesuaikan kebutuhan kulit dan tubuh Syifa.
Pesta pernikahan di Purwakarta berubah jadi tragedi. Tuan rumah meninggal dunia usai diduga dianiaya sekelompok preman, polisi buru pelaku.
Peneliti IPB University mengungkap faktor penyebab penurunan angka pernikahan di Indonesia, mulai dari ekonomi hingga tren "Marriage is Scary".
Salah satu hal yang paling mendesak untuk ditinjau ulang ialah penggunaan diksi dalam teks akad.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved