Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Kota Bekasi mengeluhkan kasus dugaan pungutan liar terkait proses pengurusan surat kematian di Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Keluhan itu dilontarkan Hardi, 45, warga RT002/06 yang mengaku kehilangan anaknya pada Desember 2019.
Menurut dia, warga selaku pemohon dipatok biaya administrasi Rp550 ribu untuk penerbitan dokumen tersebut. "Karena diminta dan saya butuh untuk klaim asuransi Jasa Rahaja, ya mau gak mau saya bayar," kata Hardi, kemarin.
Saat hendak mengurus surat kematian, terang dia, pihak kelurahan justru meminta biaya administrasi. Ia juga tidak hafal identitas staf kelurahan yang mematok tarif dokumen. "Saya lupa namanya siapa, tapi ya begitu bilangnya."
Lurah Margahayu, Andi Widyo membantah informasi pungli yang terjadi di kantornya. "Pelayanan gratis. Makanya Saya tanya itu melalui siapa? Nanti saya akan cari tahu dan perintahkan agar dana dikembalikan tentunya mereka (oknum) akan kena sanksi, janjinya.
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi, Muhammad Taufik menegaskan semua pengurusan dokumen kependudukan termasuk surat kematian tidak dipungut biaya alias gratis. Ia memastikan bakal menelusuri informasi pungli yang dikeluhkan warga Kelurahan Margahayu. Pun bila terbukti ada oknum yang kedapatan bersalah, pihaknya akan memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kita akan telusuri dulu apa betul informasi itu. Sebab sampai saat ini laporan adanya dugaan pungli belum kami terima. Warga yang merasa di pungli kami harap melaporkannya. Kami akan tindak" pungkas Taufik. (Gan/J-4)
Tanah yang merupakan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II itu dibersihkan dari bangunan permanen dan semipermanen guna mengakselerasi proyek pembangunan infrastruktur jalan dan drainase
Transformasi Bekasi dari rawa menjadi kawasan modern. Cerita warga, sejarawan, dan pengamat kota menggambarkan perubahan wajah Bekasi yang terus berkembang.
Kegiatan ini diintegrasikan dengan program lokal bertajuk Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari).
Kebakaran hebat melanda SPBE Cimuning Bekasi, Rabu (1/4) malam. Sebanyak 12 orang luka-luka, belasan kendaraan hangus, dan puluhan bangunan terdampak ledakan gas.
Ledakan keras mengguncang Cimuning, Bekasi. Diduga berasal dari SPBE, api masih berkobar dan terdengar ledakan susulan. Warga panik, ambulans berdatangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved